Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief di Madinah. Foto: Dok. MCH 2025
Kementerian Agama (Kemenag) berharap tidak ada lagi ancaman bom ke pesawat yang mengangkut jemaah haji Indonesia. Sudah ada dua kali pesawat Saudia Airlines mendapat ancaman bom yaitu SV-5688 rute Jeddah-Muscat-Surabaya dan SV-5726 rute Jeddah-Jakarta.
Kedua pesawat tersebut sempat mendarat darurat di Bandara Kualanamu untuk diperiksa. Pesawat yang mengangkut jemaah haji itu saat ini sudah mendarat dengan selamat di masing-masing tujuan akhir penerbangan.
Jemaah haji kloter 33 asal Kabupaten Jember tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo, Minggu (22/6/2025). Foto: Humas Bandara Juanda Sidoarjo
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menegaskan keselamatan jemaah haji harus diprioritaskan dalam permasalahan tersebut.
"Harapan saya tentu ini tidak terulang. Pihak otoritas bisa menangani itu, bisa mengungkap siapa yang mengancamnya. Sehingga bisa membuat jemaah lebih tenang untuk penerbangan selanjutnya," kata Hilman di Madinah, Minggu (22/6).
Anggota TNI-Polri lakukan penyisiran dan screening terkait ancaman bom terhadap pesawat Saudia Arabia Airlines SV5688 yang mengangkut jemaah haji Indonesia dari Jeddah menuju Surabaya, Minggu (22/6/2025). Foto: Dok. Puspen TNI
Hilman memastikan para pihak sudah bertanggung jawab menangani permasalahan ancaman bom di pesawat tersebut. Jemaah haji juga tetap mendapatkan pelayanan dengan baik.
"Diperiksa pesawatnya dan diinapkan. Informasinya, insyaallah ternyata ancaman itu tidak terbukti terhadap penerbangan," ujar Hilman.
Jemaah haji Indonesia saat ini masuk ke fase pemulangan. Jemaah gelombang I dari Makkah langsung ke Jeddah untuk selanjutnya terbang ke Tanah Air.
Sementara itu, untuk jemaah haji gelombang II saat ini secara bergantian dari Makkah menuju Madinah dulu. Setelah itu baru ke Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar