Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di acara Sutainable E-mobility ITDP, Selasa (21/5/2024). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) memberikan hasil studi reformasi dan peta jalan elektrifikasi transportasi umum atau publik untuk Kota Surabaya, Surakarta, dan Pekanbaru.
Pemberian studi yang sudah dilakukan sejak tahun 2024 ini diberikan langsung oleh Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang kepada Sekretaris Ditjen Hubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Riau pada Kamis (19/6).
Dalam sambutannya, Gonggom menjelaskan bahwa di dalam studinya ini, ada dua bagian rekomendasi yang diberikan kepada ketiga kota.
"Nah kenapa ada dua bagian? Yang pertama yaitu strategi reformasi transportasi publik, Karena kami menekankan pentingnya peningkatan kualitas transportasi publik itu sendiri sebelum kita melakukan elektrifikasi karena bus listrik itu adalah teknologinya, tetapi sebelum kita ngomongin teknologi, kita juga harus memastikan bahwa layanan transportasi publik itu sudah tersedia juga," ucapnya.
"Nah di dalam strategi reformasi dan strategi reformasi transportasi publik ini, kami juga menganalisis beberapa alternatif model kontrak yang harapannya bisa menjadi hal yang dieksplorasi untuk memastikan pembiayaan yang tepat guna, namun juga tetap mempertahankan kualitas layanan transportasi publik itu sendiri," tambahnya.
Penyerahan hasil studi ITDP soal elektrifikasi transportasi publik di Surabaya, Surakarta, dan Pekanbaru kepada Kemenhub di Aryaduta Pekanbaru, Riau, Kamis (19/6/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Bagian kedua dari rekomendasi di dalam studi ITDP ini tentu adalah elektrifikasi layanan transportasi publik itu sendiri.
"Ini tujuannya ataupun hasilnya adalah rekomendasi komprehensif mengenai perencanaan elektrifikasi transportasi publik, termasuk kebutuhan bus listrik, termasuk kebutuhan charging infrastrukturnya dan juga estimasi investasi yang dibutuhkan untuk kita bertransisi ke bus listrik ini," sambung dia.
Gonggom menjelaskan, bahwa ketiga kota ini terpilih karena memiliki karakteristik uniknya masing-masing, sehingga implementasinya nanti bisa menjadi percontohan untuk kota lainnya.
"Tiga kota ini kami pilih sebagai representasi dan juga tipologi kota yang beragam, sehingga kita mendapatkan pembelajaran yang unik yang harapannya nanti bisa digunakan untuk di kota-kota lainnya di Indonesia," jelas dia.
Calon penumpang bersiap menaiki bus Transjabodetabek rute P11 Bogor-Blok M di halte Cidangiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/6/2025). Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO
Di dalam rekomendasi tersebut, ITDP menargetkan 100 persen kendaraan listrik dipakai sebagai transportasi publik pada tahun 2033 di Pekanbaru. Sedangkan di Surabaya dan Surakarta 100 persen pada tahun 2036.
Selain merekomendasikan elektrifikasi transportasi publik di ketiga daerah tersebut, ITDP juga merekomendasikan sistem kontrak pemerintah daerah dengan operator transportasi publik itu.
Kepada Surabaya dan Pekanbaru, ITDP merekomendasikan agar sistem kontrak memakai Performance Based Contract. Alasannya, karena kedua kota itu sudah memiliki armadanya sendiri. Dengan sistem kontrak tersebut, ITDP menilai operator dapat terpacu untuk meningkatkan layanan.
Sedangkan, untuk Surakarta, ITDP merekomendasikan Gross Cost Contract yang dinilai lebih efisien dari segi anggaran. Dalam sistem kontrak ini, Surakarta tak perlu memiliki armadanya sendiri, namun membiayai kebutuhan daripada si operator.
ITDP pun telah menghitung manfaat daripada elektrifikasi di ketiga kota tersebut. Mereka mengeklaim, elektrifikasi dapat menurunkan polusi dan penyakit akibat polusi di ketiga kota itu.
"Jadi, secara kumulatif, penurunan gas rumah kaca di tiga kota ini mencapai hampir 442 ribu ton di tahun 2040 dengan persentase penurunan yang bervariasi di tiap kota. Jadi, di Pekanbaru 66 persen, di Surabaya hampir 50 persen, dan di Surakarta hampir 10 persen," jelas Transport Associate ITDP Indonesia, Rifqi Khoirul Anam dalam presentasinya.
"Selain itu karena peningkatan kualitas udara, terdapat potensi penurunan kasus penyakit pernapasan yang beragam di tiap kota jumlahnya. Di Pekanbaru 700 lebih sampai tahun 2040 ada penurunan penyakit pernapasan, di Surabaya ada 600 lebih, dan di Surakarta ada 200 lebih di tahun 2040," tambahnya.
Walikota Pekanbaru Sambut Baik
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Aryaduta Pekanbaru, Riau pada Kamis (18/6). Foto: Abid Raihan/kumparan
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyambut baik rekomendasi yang diberikan kepada ITDP ini.
"Jadi ini adalah kegiatan program yang sangat bagus, karena didukung oleh Kementerian Perhubungan, didukung oleh Bappenas juga, dan terkhusus dari lembaga penelitinya ITDP, dan juga oleh pendonornya," ucap usai acara penyerahan.
Ia pun menyebut akan berkomitmen mengikuti rekomendasi yang diberikan ITDP. Bahkan, ia ingin lebih ngebut. Dalam 3 tahun, Pekanbaru akan 100 persen pakai kendaraan listrik untuk transportasi publik.
"Tentu kami komitmen akan menjalankan apa yang hasil di penelitian tersebut. Kami tentu target di pemerintah Kota Pekanbaru ini dalam waktu dekat, secepatnya kita akan ya mudah-mudahan tiga tahun lagi maksimal itu, mudah-mudahan kita sudah semuanya sudah bisa harus full pakai listrik semuanya. Seperti itu, karena memang ini adalah pelayanan publik," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar