Mergim Vojvoda saat membela Como. Foto: Instagram @comofootball
Como mendatangkan seorang bek bernama Mergim Vojvoda pada 3 Februari 2025. Keputusan yang dibuat Como tampak mengejutkan karena pemain Timnas Kosovo tersebut tidak dalam kondisi fit saat itu.
Vojvoda yang tadinya membela Torino tercatat mengalami cedera otot betis sejak pertengahan Januari lalu. Namun, Como yang dilatih Cesc Fabregas tetap mantap untuk mendatangkannya untuk memperkuat lini pertahanan.
Selain cedera otot betis, pemain kelahiran Llaushe itu juga sempat cedera punggung. Ketika pulih, Vojvoda membuktikan kapasitasnya. Ia menjadi pemain yang sulit tergantikan di pos bek kanan Como.
"Saya tiba di sini dalam keadaan cedera, jadi saya benar-benar ingin mengembalikan kepercayaan yang telah mereka berikan kepada saya kepada klub. Tidak semua orang akan menerima pemain yang belum pulih. Namun, mereka percaya kepada saya," kata Vojvoda dikutip dari situs web resmi Como.
Bek Kosovo Mergim Vojvoda (kiri) ditandai oleh gelandang Israel Manor Solomon selama pertandingan sepak bola kualifikasi UEFA Euro 2024 grup I Israel v Kosovo di stadion Bloomfield di Tel Aviv. Foto: Jack Guez/AFP
Sebenarnya, Mergim Vojvoda hampir meneken perpanjangan kontrak 4 tahun di Torino. Namun, Direktur Olahraga Torino, Davide Vagnati, ragu karena ia menderita cedera tersebut. Lalu, datanglah Como yang mengulurkan tangan. Menariknya, Fabregas mulai menggodanya di tengah laga Torino vs Como di Turin.
"Di tengah pertandingan, Cesc datang untuk berbicara dengan saya di koridor. Ia berkata, 'Apakah Anda ingin bergabung dengan kami?'. Saya berpikir, 'Hah?' dan ia bertanya kepada saya, 'Apakah Anda menyukai cara saya bermain?'. Saya menjawab, 'Ya, sejujurnya, saya menyukainya'," kenang Vojvoda.
"Kemudian betis saya cedera. Sementara itu, Direktur Olahraga Torino mengatakan kepada saya bahwa ia ingin mempertahankan saya, tetapi sejujurnya saya tidak yakin lagi. Karena saya telah mengambil risiko dengan bermain selama 6 bulan terakhir tanpa kontrak. Dan saya pikir jika cedera parah menimpa saya, mereka tidak akan memperbarui kontrak saya," tambahnya.
Singkat cerita, Vojvoda akhirnya menerima pinangan Como saat dua hari sebelum transfer musim dingin tutup. Ia sempat tak menyangka Como ingin menebusnya lebih cepat, bukan di bursa transfer musim panas.
Pemain bertahan Kosovo Mergim Vojvoda (Kiri) dan pemain bertahan Hungaria #04 Attila Szalai (Kanan) berebut bola saat pertandingan sepak bola persahabatan antara Hongaria dan Kosovo di arena Puskas di Budapest, Hongaria. Foto: Attila Kisbenedek/AFP
Total sejauh ini, Mergim Vojvoda sudah 9 kali turun laga membela Como di Liga Italia. Pekan ke-30 sampai 32 adalah periode ia menunjukkan pendarnya dalam kontribusi gol secara berturut-turut.
Jadi, Vojvoda mencetak assist saat Como ditahan Empoli 1-1, lalu mencetak satu gol saat mengalahkan Monza 3-1, dan membukukan assist kala menundukkan Torino 1-0. Pencapaiannya yang disebut terakhir terasa begitu emosional karena ia masih membela Il Toro pada paruh musim pertama.
"Itu benar-benar perasaan yang luar biasa [mengalahkan Torino]," ujar pemain yang membela Torino selama 2020-2025 ini.
Sebenarnya secara posisi, Vojvoda juga bisa tampil sebagai bek kiri. Namun di bawah arahan Fabregas yang gaya permainannya mengandalkan penguasaan bola dan kecepatan, ia merasa cocok ditempatkan di kanan dan senang diberi kepercayaan untuk menunjukkan kemampuan ofensifnya.
Asisten pelatih Como Cesc Fabregas di Stadion Alberto Braglia, Modena, Italia (10/5/2024). Foto: Matteo Gribaudi/REUTERS
"Dia [Fabregas] memiliki kepribadian yang hebat dan orang yang baik. Anda belajar banyak hal. Gaya bermainnya sangat khas Spanyol. Dia mengajarkan Anda untuk bergerak, bermain cepat, melihat sebelum menerima bola. Itu memberi Anda keuntungan besar. Saya pemain yang suka menyentuh bola, jadi ini sangat membantu saya berkembang," tutur pemain 30 tahun itu.
Menandatangani kontrak 3,5 tahun, Mergim Vojvoda optimistis dengan proyek sepak bola Como. Menurutnya, tim ini memiliki gairah yang bagus.
"Ada banyak kualitas di sini. Ketika Anda mendengar tentang proyek ini, apa yang mereka lakukan, semuanya berjalan dengan sangat cepat. Dan Anda dapat merasakan bahwa mereka benar-benar ingin melakukan sesuatu yang hebat," ucap pemain yang pernah membela Albania U-21 ini.
"Ketika Anda melihat para pemain yang mereka bawa banyak pemain pinjaman dari Barcelona, Real Madrid, pemain muda yang sangat menjanjikan, itu mengesankan. Dan itu menunjukkan ambisi mereka untuk mengembangkan klub. Infrastruktur, stadion baru. Semuanya berjalan sangat cepat," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar