Kantor Microsoft di Munich, Jerman. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
Microsoft tidak mengizinkan karyawannya menggunakan aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dari startup China DeepSeek.
Perintah itu datang langsung dari Presiden Microsoft, Brad Smith, yang diungkap dalam sidang Senat AS pada Kamis (8/5) waktu setempat.
Smith bahkan menegaskan Microsoft tidak menyediakan aplikasi DeepSeek di toko aplikasinya.
Di Microsoft, kami tidak mengizinkan karyawan kami menggunakan aplikasi DeepSeek.- Brad Smith, Presiden Microsoft -
Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap risiko data akan disimpan di China dan jawaban DeepSeek dapat dipengaruhi oleh 'propaganda China'.
Ilustrasi DeepSeek. Foto: Shutterstock
Kebijakan privasi DeepSeek menyatakan bahwa mereka menyimpan data pengguna di server China, mengutip laporan TechCrunch.
Data tersebut tunduk pada hukum China, yang mewajibkan kerja sama dengan badan intelijen negara.
Selain itu, DeepSeek juga dilaporkan melakukan sensor ketat terhadap topik yang dianggap sensitif oleh pemerintah China.
Meski mengkritik DeepSeek, Microsoft ternyata tetap menawarkan model AI DeepSeek R1, yang popularitasnya melonjak awal tahun ini, di platform cloud Azure.
Berbeda dengan aplikasinya, model AI DeepSeek bersifat open-source yang bisa diunduh dan digunakan secara lokal tanpa perlu mengirim data kembali ke China.
Smith pun memastikan Microsoft telah memodifkasi model DeepSeek untuk menghilangkan 'efek samping berbahaya' tanpa menjelaskan teknisnya lebih lanjut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar