Tasbih Marunduri Amarullah, jemaah haji asal Padang. Foto: Moh Fajri/kumparan
Sebelum tahun 2012, Tasbih Marunduri Amarullah, belum berpikir untuk mendaftar haji. Jemaah asal Padang ini setiap harinya sibuk dengan aktivitasnya sebagai abdi negara.
Suatu ketika, Amarullah mulai mempunyai keinginan untuk mendaftar haji. Meski ia menyadari perlu waktu lama untuk menunggu masa keberangkatannya.
"Jadi melihat teman-teman juga, yang apa sih yang dicari uang terus setiap hari tapi untuk akhirat (belum). Akhirnya kita sepakat mendaftar dulu, mendaftar awal dulu perkara kapan berangkat kita serahkan yang di atas," ujar Amarullah di Makkah, Minggu (18/5).
Jemaah calon haji dari berbagai negara bersiap menunaikan Salat Isya di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (15/5/2025) . Foto: Moh Fajri/kumparan
Setelah mendaftar haji, Amarullah tidak bertanya-tanya kapan panggilan itu datang. Ia hanya menunggu. Sampai akhirnya ia kini sudah di Tanah Suci. Ada rasa bahagia yang tak bisa ditutupi Amarullah setelah tiba di Makkah bersama istrinya.
"Luar biasa penungguan cukup lama menurut kami, 13 tahun sejak 2012 sampai baru 2025. Akhirnya 2025 ini kita bisa berangkat," ungkap Amarullah yang saat ini berusia 48 tahun.
Jemaah haji usai salat jumat di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (16/5). Foto: Moh Fajri/kumparan
Amarullah merupakan jemaah yang masuk gelombang dua penerbangan haji 2025. Sehingga, ia langsung mendarat di Makkah.
Selama proses keberangkatan sampai tiba di Makkah, Amarullah mengaku banyak dibantu oleh para petugas. Ia tidak mengalami kendala sama sekali.
Amarullah berharap ibadah yang dilakukannya di Tanah Suci bisa berjalan lancar.
"Doa khusus nanti dari keluarga diberikan kesehatan, kekuatan juga untuk keluarga yang di Tanah Air," tutur Amarullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar