Kepala Kemendukbangga Perwakilan BKKBN Kalbar, Nuryamin saat melakukan pembinaan lapangan secara langsung di Balai Pontianak Kota, Kota Pontianak. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan berfokus pada ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun (Baduta).
Fokus atau prioritas program ini berdasarkan hasil kesepakatan nasional yang dilakukan Wihaji selaku Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Dadan selaku Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Program MBG ini juga menyasar ibu-ibu hamil, ibu-ibu menyusui, dan balita. Jadi awalnya program MBG ini diperuntukkan untuk sekolahan, akhirnya kami dikasih jatah 10 persen dari setiap SPPG, setiap dapur itu ada 10 persen," kata Nuryamin, Kepala Kemendukbangga Perwakilan BKKBN Kalbar.
Nuryamin menjelaskan bahwa target dari setiap SPPG atau dapur MBG mencapai sebanyak 3.500, yang mana selain anak-anak sekolah, 10 persen dari angka tersebut akan ditujukan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Yang penting dari dapur ini ada 10 persen. Jadi kita ambil universal saja, berarti kalau 3.500, ada jatah buat ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita ini 10 persen berarti 350. 350 SPPG wajib hukumnya melakukan intervensi dan juga sama penyiapan pahan makanan gratis bagi mereka," jelasnya.
Ia juga mengatakan, pembinaan lapangan secara langsung dilakukan agar seluruh program dari Kemendukbangga BKKBN dapat terhilirisasi ke lapangan, baik di tenaga kerja sendiri maupun mitra pemerintah, swasta, hingga lembaga swadaya masyarakat. Untuk itu, Kemendukbangga Perwakilan BKKBN Kalbar mengerahkan para penyuluh KB guna memastikan intervensi gizi tersampaikan dengan tepat sasaran.
"Kader-kader kami siap membantu mendistribusikan, termasuk dalam daerah pelosok lewat penyuluh-penyuluh KB kami," ujarnya.
Selain itu, Kemendukbangga Perwakilan BKKBN Kalbar juga mendorong gerakan orang tua asuh di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting. Tim Pendamping Keluarga dan klien program KB dapat turut berdonasi melalui Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (Genting) sebagai bentuk gotong-royong dalam memperkuat pelaksanaan MBG, baik berupa bantuan nutrisi maupun non-nutrisi seperti MCK (Mandi, Cuci, Kakus).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar