Apr 23rd 2025, 15:03, by Abdul Latif, kumparanBISNIS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Saul Loeb/AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan bersikap sangat ramah terhadap China dalam setiap perundingan dagang, dan tarif akan diturunkan jika kedua negara mencapai kesepakatan.
Mengutip Bloomberg, pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Trump mulai melunak dari sikap kerasnya terhadap Beijing di tengah gejolak pasar.
"Tarifnya akan turun secara signifikan, tapi tidak akan menjadi nol," kata Trump di Washington, Selasa waktu setempat.
"Kami akan bersikap sangat baik, mereka juga akan bersikap sangat baik, dan kita lihat nanti apa yang terjadi," lanjutnya.
Trump juga menegaskan tidak merasa perlu bersikap agresif terhadap Presiden China Xi Jinping. Dalam pembicaraan nanti, Trump mengatakan tidak akan membahas isu Covid-19 atau topik yang sangat sensitif secara politik di Beijing.
Sebelumnya, Gedung Putih meluncurkan situs web yang menyiratkan bahwa virus corona berasal dari laboratorium di China, yang membuat gerah para diplomat Beijing.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah tekanan pasar saham dan obligasi AS sejak ia mengumumkan tarif besar-besaran pada 2 April lalu, meski kemudian memberikan kelonggaran 90 hari untuk sebagian besar negara.
Tarif sebesar 145 persen terhadap produk China tetap berlaku tahun ini, meskipun ada pengecualian untuk komputer dan produk elektronik konsumen populer.
Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan saat tiba untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari, di Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi, Vietnam, Senin (14/4/2025). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
Sebagai respons, China gencar menjalin komunikasi dengan negara ketiga dalam beberapa pekan terakhir. Mereka bahkan memperingatkan negara lain agar tidak menandatangani perjanjian dagang dengan AS yang bisa merugikan kepentingan Beijing.
Saat bertemu Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada Rabu, Presiden China Xi Jinping kembali menegaskan bahwa perang tarif dan dagang merugikan hak dan kepentingan semua negara.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, juga menyampaikan kepada mitranya di Inggris dan Austria bahwa posisi China terhadap AS bukan hanya untuk melindungi kepentingan nasional, tetapi juga menjaga aturan internasional dan sistem perdagangan multilateral.
Perdana Menteri China, Li Qiang, bahkan dilaporkan mengirim surat kepada Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba pekan ini, menyerukan respons bersama terhadap tarif yang diberlakukan Trump.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar