Sejumlah pencari kerja antre saat berlangsungnya bursa kerja Naker Fest di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (11/10/2024). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
Harga emas dunia mengalami penurunan usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor baru, memicu kekhawatiran pasar. Meski begitu, harga emas masih diproyeksikan akan naik ke level USD 3.200–3.400 per ons dalam waktu dekat. Analis emas Ibrahim Assuaibi menyebut saat ini merupakan momen yang tepat untuk membeli emas, terutama dengan pelemahan rupiah yang bisa membuat harga logam mulia menembus Rp 2 juta per gram. Penurunan harga emas ini turut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti memanasnya konflik di Israel-Palestina dan Rusia-Ukraina, serta rilis data tenaga kerja AS yang lebih tinggi dari ekspektasi. Selain itu, harapan pasar terhadap penurunan suku bunga oleh The Fed juga mulai memudar, setelah sebelumnya diperkirakan akan terjadi hingga tiga kali di 2025. Imbasnya, harga emas Antam ikut turun drastis sebesar Rp 38.000 menjadi Rp 1.781.000 per gram. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut melemah hingga ke level Rp 16.555 per USD, bahkan harga jual dolar di sejumlah bank menembus angka Rp 17.000. Di layanan Jenius misalnya, kurs beli dolar mencapai Rp 17.042 per USD. 📸: Dok. Shutterstock, kumparan, AFP, Antara. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus#tariftrump#bisnis#videonews#emas#hargaemas#perangdagang#rupiahmelemah#investasimasadepan#bicarafaktalewatberita#kumparan
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh memperkirakan sebanyak 50.000 buruh terancam PHK akibat kenaikan tarif impor AS terhadap Indonesia sebesar 32 persen. Kebijakan ini dinilai berdampak besar pada industri ekspor seperti tekstil, garmen, alas kaki, makanan-minuman, sawit, dan tambang. "Badai PHK gelombang kedua bisa tembus lebih dari 50 ribu pekerja dalam 3 bulan ke depan," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Sabtu (5/4). Ia meminta pemerintah segera membentuk Satgas PHK untuk menjamin hak buruh dan mencegah PHK massal makin meluas. Iqbal juga mendorong pemerintah untuk melakukan renegosiasi dagang dengan AS dan mencabut Permendag 8/2024, karena aturan tersebut dinilai membuat barang-barang impor dari China semakin mudah masuk. "Lindungi industri dalam negeri, jangan sampai kita diserbu produk luar justru di tengah ancaman PHK," tegasnya. Direktur INDEF, Tauhid Ahmad, menambahkan bahwa perusahaan berbasis ekspor hanya punya waktu sekitar 6 bulan untuk bertahan jika tak ada solusi. "Kalau pemerintah gagal bernegosiasi, dampaknya serius buat keberlangsungan perusahaan ekspor," ujarnya. Sementara itu, pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar menilai, tarif impor tinggi dari AS sangat mungkin menurunkan permintaan produk ekspor Indonesia. "Kalau permintaan menurun, pasti perusahaan akan mengurangi tenaga kerja, dan ujungnya PHK," katanya. Menurutnya, sektor yang rentan adalah pengolahan, tekstil, furniture, makanan-minuman, dan alas kaki. "AS itu pasar ekspor terbesar kedua kita. Kenaikan tarif segini jelas bikin banyak industri megap-megap," tutup Timboel. 📸: Dok. Antara/Ilustrasi, kumparan/Fhandra, Shutterstock/Ilustrasi, kumparan/Widya Islamiati, AFP. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus#tariftrump#bisnis#videonews#tarifimpor#perangdagang#amerikaserikat#phk#pekerja#garmen#tekstil#industri#donaldtrump#trump#info#infoterkini#berita#beritaterkini#bicarafaktalewatberita#kumparan
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menanggapi kebijakan Donald Trump yang menetapkan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk dari Indonesia. Meski besar, JK menilai kebijakan ini tak akan menimbulkan gelombang PHK besar-besaran di dalam negeri. Menurutnya, dampak riil dari tarif tersebut ke harga akhir barang Indonesia di pasar AS hanya sekitar 10 persen. Bahkan, jika pelaku industri bisa menekan biaya pemasaran dan logistik, beban itu bisa ditekan jadi hanya sekitar 5 persen. JK juga menilai Indonesia tak perlu membalas kebijakan itu dengan tindakan serupa seperti yang dilakukan China. Ia menyarankan lebih baik menempuh jalur negosiasi, mengingat volume ekspor Indonesia ke AS masih relatif kecil dibandingkan ekspor China. #focus#tariftrump#bisnis#svl#tarifimpor#perangdagang#amerikaserikat#phk#pekerja#jusufkalla#donaldtrump#trump#bicarafaktalewatberita#kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar