Apr 27th 2025, 16:26, by Habib Allbi Ferdian, kumparanSAINS
Gambar 3D dari lubang berisi puluhan kerangka tanpa kepala. Foto: Dr Martin Furholt/Kiel University
Beberapa tahun lalu, arkeolog menemukan puluhan kerangka manusia tanpa kepala di sebuah lubang prasejarah di Slovakia. Penemuan ini membuat mereka bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi?
Sisa kerangka 38 orang itu ditemukan di sebuah parit seluas 15 meter persegi di dekat kota kecil Vrable, Slowakia, pada 2022 lalu. Semua kerangka tersebut tidak memiliki tengkorak, termasuk tulang rahang bawah. Situs tersebut berasal dari sekitar tahun 5250 hingga 4950 SM, menjadikannya salah satu situs pemakaman terbesar pada Zaman Neolitikum Awal di Eropa Tengah.
Puluhan kerangka ditemukan dalam keadaan berantakan, dengan tulang belulang berada dalam keadaan tumpang tindih satu sama lain seolah-olah mayat dibuang sembarangan ke dalam lubang. Ini tidak hanya menghasilkan pemandangan mengerikan, tapi juga membuat proses analisis kerangka sangat rumit.
"Kami berasumsi akan menemukan lebih banyak kerangka manusia, tetapi ini melampaui semua imajinasi," kata Profesor Dr. Martin Furholt, ahli Neolitikum Eropa dan Zaman Perunggu Awal yang memimpin proyek penelitian, mengutip IFLScience.
"Pada kuburan massal dengan posisi yang tidak jelas, identifikasi individu biasanya didasarkan pada tengkorak, jadi bagi kami penemuan tahun ini merupakan situasi penggalian yang sangat menantang," tambahnya.
Makam berisi puluhan kerangka tanpa kepala. Foto: Kiel University
Penemuan ini memicu banyak pertanyaan tentang: Apakah ini korban pembantaian? Atau apakah orang-orang ini korban penyakit menular? Bagaimana dan mengapa kepala mereka dipenggal? Apakah ini peristiwa tunggal atau penguburan dari generasi ke generasi?
Kini, para peneliti berhasil mengungkap kisah di balik situs mengerikan tersebut. Kita mungkin berasumsi lubang mengerikan ini adalah bukti dari pertempuran berdarah antar-dua kelompok berbeda. Namun, penelitian awal justru menunjukkan sesuatu yang lebih aneh terjadi di sini.
"Beberapa tulang yang keluar dari posisi anatomis menunjukkan bahwa urutan temporal mungkin lebih rumit. Ada kemungkinan bahwa tubuh yang sudah memiliki kerangka didorong ke tengah palung untuk memberi ruang bagi yang baru," jelas Dr. Katharina Fuchs, antropolog di Kiel University.
"Pada beberapa kerangka, ruas tulang leher pertama masih utuh, yang mengindikasikan penghilangan kepala secara hati-hati, bukan pemenggalan kepala dengan cara yang kasar dan kejam, tetapi ini semua adalah pengamatan awal yang masih harus dikonfirmasi dengan penyelidikan lebih lanjut."
Satu teori menarik yang dikemukakan peneliti adalah, penduduk desa kemungkinan mempraktikkan kultus kematian yang unik, di mana tengkorak diambil dari orang meninggal karena alasan spiritual atau budaya. Gagasan ini cocok karena tulang belakang para korban terpelihara dengan baik.
Selanjutnya, tim akan melakukan penyelidikan mendalam dengan melakukan analisis DNA, penanggalan radiokarbon, dan analisis isotop stabil. Dari sini, mereka memperoleh wawasan seperti apakah para korban dikubur bersama, dan apakah mereka memiliki hubungan keluarga, serta apakah mereka penduduk setempat atau datang dari luar. Hal ini juga dapat mengungkap adanya penyakit atau cedera lebih lanjut. Berbekal informasi ini, misteri kuburan mengerikan ini mungkin akan terpecahkan cepat atau lambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar