Search This Blog

Anak Badmood dan Tantrum saat Bermain? Bisa Jadi Saluran Cernanya Terganggu!

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Anak Badmood dan Tantrum saat Bermain? Bisa Jadi Saluran Cernanya Terganggu!
Apr 25th 2025, 14:00, by Nabilla Fatiara, kumparanMOM

Konferensi pers kampanye "Main Jangan Main-main" dan LACTOGROW Playworld di Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). Foto: Nabila Fatiara/kumparan
Konferensi pers kampanye "Main Jangan Main-main" dan LACTOGROW Playworld di Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). Foto: Nabila Fatiara/kumparan

Bermain merupakan aktivitas yang sebaiknya tidak dilewatkan anak setiap hari. Aktif bermain ternyata bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang hingga kesehatan anak, Moms. Tetapi, pernah enggak sih, di tengah aktivitas bermainnya, anak justru badmood, lemas, atau jadi rewel? Bisa jadi, kesehatan pencernaan si kecil sedang terganggu!

Ya Moms, kesehatan pencernaan memiliki peranan penting dalam memasok energi dan nutrisi ke seluruh tubuh. Coba bayangkan, bila pencernaan anak dalam kondisi tidak optimal, maka organ-organ tubuh lainnya bisa ikut terganggu.

Tidak hanya memengaruhi proses pembentukan energi, tetapi juga bisa memengaruhi suasana hati dan perilaku si kecil. Anak jadi mudah rewel, sensitif, sering marah, atau bahkan tantrum. Padahal, suasana hati yang baik menjadi kunci penting agar manfaat bermain jadi lebih maksimal.

Apa Kaitannya Kesehatan Pencernaan dengan Aktivitas Bermain Anak?

Belum banyak yang tahu bila suasana hati dan perilaku anak ternyata dapat dipengaruhi oleh kondisi saluran pencernaan. Bahkan, menurut Dokter Spesialis Anak Subspesialis Gastro-Hepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), saluran cerna terutama usus ternyata menjadi 'otak kedua' pada manusia.

"Nah, ada yang namanya gut-brain-axis, yaitu hubungan antara usus dengan otak. Ternyata ada hubungannya. Dan usus disebut sebagai otak kedua. Karena hal-hal yang ada di dalam usus itu ternyata memengaruhi hal-hal yang ada di atas [otak]. Kalau di bawah [saluran cerna] enggak sehat, sakit perut, kembung, enggak happy, ternyata akan membuat anak mood-nya jadi jelek, tantrum, tidak bersosialisasi dengan baik. Sehingga, gimana caranya dia bisa bermain bila dia tidak dalam mood yang baik," jelas dr. Ariani dalam acara press conference 'Bermain: Stimulasi Penting untuk Dukung Si Kecil Tumbuh Aktif & Kreatif, LACTOGROW Hadirkan LACTOGROW PLAYWORLD di 5 Kota' di Daun Muda Soulfood, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/4).

Ilustrasi kesehatan usus anak. Foto: Helena Nechaeva/Shutterstock
Ilustrasi kesehatan usus anak. Foto: Helena Nechaeva/Shutterstock

dr. Ariani menjelaskan bagaimana kesehatan pencernaan dan otak bisa saling 'berkomunikasi'.

Di dalam sistem pencernaan, sebenarnya terdapat bakteri baik yang jumlahnya sangat banyak. Nah, manusia sangat bergantung pada bakteri-bakteri tersebut untuk mengoptimalkan fungsi organ dan membantu pembentukan metabolisme tubuh. Termasuk juga bagaimana membentuk suasana hati hingga perilaku anak sehari-hari.

Ketika anak mengonsumsi makanan atau minuman, maka nutrisi-nutrisi tersebut akan masuk dan sebagian besar dibantu oleh bakteri-bakteri baik yang ada di saluran cerna. Itulah kenapa penting untuk memastikan si kecil mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Karena nutrisi baik yang diserap oleh saluran cerna akan membantu pembentukan bakteri-bakteri baik dalam jumlah cukup. Sementara sering mengonsumsi makanan instan atau pun ultraproses akan membuat bakteri baiknya hilang.

Bila suatu hari si kecil mengalami gangguan pencernaan sehingga aktivitas sehari-harinya terganggu, apa yang orang tua bisa lakukan? dr. Ariani menyarankan agar menyeimbangkan kembali kesehatan saluran pencernaan. Bagaimana caranya?

"Pertama, kita berikan nutrisi yang mengandung probiotik, supaya apa? Supaya dia [saluran cerna] kembali seimbang, karena harusnya probiotik itu 85 persen dari bakteri yang ada di dalam usus. Kedua, kita kasih pangannya probiotik agar tumbuh dengan naik, yang namanya prebiotik. Prebiotik itu macam-macam jenisnya, yang jelas dia serat pangan. Salah satunya inulin," tutur dr. Ariani.

Ilustrasi anak balita minum susu.  Foto: all_about_people/Shutterstock
Ilustrasi anak balita minum susu. Foto: all_about_people/Shutterstock

Yang terakhir adalah hindari pemberian makanan tidak sehat, salah satu contohnya adalah gula yang berlebihan. dr. Ariani menyebut, anak yang mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula bisa menyebabkan sugar rush (kadar gula yang tinggi hingga menyebabkan lonjakan energi tiba-tiba) dan membuat indeks glikemik-nya tinggi yang rentan membuat anak mengalami masalah kesehatan, seperti diabetes.

dr. Ariani mengingatkan tidak semua probiotik memberikan efek yang sama. Dokter yang praktik di RSU Bunda Jakarta itu menyarankan salah satu probiotik yang baik untuk kesehatan cerna anak adalah Lactobacillus reuteri. Apa alasannya?

"Kalau dari penelitian, Lactobacillus reuteri itu bisa mengajak bakteri-bakteri baik lain ikut meningkat juga. Jadi, dia tuh friendly banget, sehingga kita lebih sehat," kata dr. Ariani.

Lactobacillus reuteri sendiri merupakan salah satu bakteri baik yang secara alamiah terdapat dalam ASI, dan terbukti dapat menjaga kesehatan saluran cerna anak. Salah satu manfaat baiknya adalah dapat meminimalkan risiko anak mengalami gangguan pencernaan, seperti konstipasi, diare, dan perut kembung.

Komitmen Nestlé LACTOGROW Dukung Kesehatan Pencernaan dan Tumbuh Kembang Anak lewat LACTOGROW PlayWorld

Konferensi pers kampanye "Main Jangan Main-main" dan LACTOGROW Playworld di Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). Foto: Nabila Fatiara/kumparan
Konferensi pers kampanye "Main Jangan Main-main" dan LACTOGROW Playworld di Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025). Foto: Nabila Fatiara/kumparan

Sebagai bentuk komitmen mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia, Nestlé LACTOGROW hadir untuk memberi pilihan kepada orang tua dalam memilih susu pertumbuhan. Selain probiotik Lactobacillus reuteri, LACTOGROW juga mengandung prebiotik inulin dan 0 gram sukrosa yang dapat membantu menjaga kesehatan cerna anak.

Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia, Sufintri Rahayu, mengungkapkan pihaknya selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak saat ini dan generasi mendatang. Oleh karena itu, Nestlé LACTOGROW hadir untuk mendorong tumbuh kembang anak agar lebih optimal.

"Selaras dengan tujuan Nestlé untuk menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup, saat ini dan di generasi mendatang, kami meyakini bahwa kombinasi yang tepat antara asupan gizi dari dalam dan stimulasi dari luar, dapat mendorong si kecil dapat tumbuh optimal menjadi lebih aktif dan kreatif," kata wanita yang akrab disapa Fifin itu.

Tidak hanya itu, Nestlé LACTOGROW turut meluncurkan kampanye terbaru 'Main Jangan Main-main' yang ditujukan kepada seluruh orang tua agar mendukung pertumbuhan anak-anaknya agar siap aktif dan kreatif dengan bermain bersama.

Category Marketing Manager LACTOGROW, Miranti Burhan, menjelaskan kampanye 'Main Jangan Main-Main' merupakan inisiatif yang hadir untuk menyadarkan para orang tua di Indonesia agar selalu menyempatkan waktu bermain bersama anak-anaknya.

"Kenapa 'Main Jangan Main-Main'? Karena main itu memang bukan hal yang main-main. Kita berharap para orang tua di Indonesia untuk mau berinteraksi dan berkomunikasi melalui bermain sama anaknya," tutur Miranti.

Selain itu, LACTOGROW juga berinisiatif untuk menyiapkan sebuah aktivitas yang bisa menstimulus anak-anak dalam kegiatan yang disebut LACTOGROW PlayWorld. Ada apa saja di LACTOGROW PlayWord?

Menurut Miranti, keseruan kampanye 'Main Jangan Main-Main' di acara LACTOGROW PlayWorld bisa menjadi ajang bonding bagi orang tua dan anak untuk bereksplorasi dan bermain bersama. Pada kesempatan itu, orang tua juga bisa mendapatkan ilmu dari berbagai expert dan momfluencer yang hadir, serta creativity screening test yang dilakukan oleh psikolog anak. Menarik, bukan?

Nah Moms, LACTOGROW PlayWorld tahun ini digelar di lima kota besar di Indonesia. Setelah sukses digelar di Palembang pada 22-23 Februari 2025, LACTOGROW PlayWorld akan hadir di Jakarta di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, 9-11 Mei 2025.

Enggak bisa menghadiri keseruan acara ini di Jakarta? Jangan khawatir! LACTOGROW PlayWorld juga akan diselenggarakan di tiga kota lainnya, yakni Bandung (6-8 Juni 2025), Surabaya (25-27 Juli 2025), dan Medan (29-31 Agustus 2025).

Media files:
01jsndyfwmmjvk4n9sgcj22xg6.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar