Mar 16th 2025, 16:27, by Dicky Adam Sidiq, kumparanNEWS
Ratusan ribu orang turun ke jalanan di Belgrade Serbia, pada Sabtu (15/3). Foto: STR/REUTERSAksi ini merupakan serangkaian demonstrasi anti korupsi yang marak di negara-negara Balkan pada beberapa bulan belakangan. Foto: Igor Pavicevic/REUTERSGerakan anti korupsi ini dimulai setelah 15 orang tewas tertimpa reruntuhan atap stasiun, di kota Novi Sad, pada November 2024. Foto: Mitar Mitrovic/REUTERSMereka menuding, ada korupsi di baliknya dan lemahnya pengawasan pada proyek-proyek konstruksi. Foto: Igor Pavicevic/REUTERSRatusan ribu orang berkumpul dan memadati jalan pusat kota Belgrade. Foto: ANDREJ ISAKOVIC / AFPMassa juga menyalakan lampu handphone dan mengheningkan cipta untuk para korban reruntuhan atap. Foto: Igor Pavicevic/REUTERSDemo ini juga diinisiasi oleh mahasiswa, yang menyebarkan ajakan demo anti korupsi di kota-kota besar Serbia, hingga daerah-daerah pedalaman, yang merupakan basis pendukung Presiden Aleksandar Vucic. Foto: Mitar Mitrovic/REUTERSKembalinya mereka ke Belgrade, akan memberikan tekanan besar pada pemerintahan Vucic. Foto: ANDREJ ISAKOVIC / AFPBahkan, beberapa pejabat tinggi Serbia, termasuk Perdana Menteri sudah mundur bulan lalu. Foto: Mitar Mitrovic/REUTERS
Ratusan ribu orang turun ke jalanan di Belgrade, Serbia, Sabtu (15/3). Aksi ini merupakan serangkaian demonstrasi anti korupsi yang marak di negara-negara Balkan pada beberapa bulan belakangan.
Gerakan anti korupsi ini dimulai setelah 15 orang tewas tertimpa reruntuhan atap stasiun, di kota Novi Sad, pada November 2024. Mereka menuding, ada korupsi di baliknya dan lemahnya pengawasan pada proyek-proyek konstruksi.
Ratusan ribu orang berkumpul dan memadati jalan pusat kota Belgrade. Massa menyalakan lampu handphone dan mengheningkan cipta untuk para korban reruntuhan atap.
Demo ini juga diinisiasi oleh mahasiswa, yang menyebarkan ajakan demo anti korupsi di kota-kota besar Serbia, hingga daerah-daerah pedalaman, yang merupakan basis pendukung Presiden Aleksandar Vucic.
Kembalinya mereka ke Belgrade, akan memberikan tekanan besar pada pemerintahan Vucic. Bahkan, beberapa pejabat tinggi Serbia, termasuk Perdana Menteri sudah mundur bulan lalu.
Ratusan ribu pengunjuk rasa mengangkat ponsel menerangi langit malam untuk mengenang korban runtuhnya atap stasiun kereta Novi Sad saat demonstrasi antikorupsi di Belgrade, Serbia, Sabtu (15/3/2025). Foto: Igor Pavicevic/REUTERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar