Polemik ceramah Gus Miftah, yang melontarkan kata kurang pantas terhadap pedagang es teh, memunculkan wacana sertifikasi bagi juru dakwah. Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur), menyatakan sertifikasi semacam ini sudah dilakukan PBNU, meski belum diatur pemerintah. Ia mendukung pemerintah memulai sertifikasi di instansi terkait seperti BUMN dan Kemenag, dengan pelaksanaan oleh lembaga keagamaan kredibel seperti PBNU, MUI, atau Muhammadiyah. Gus Fahrur mengacu pada sistem di Malaysia, di mana dai harus memiliki sertifikat pemerintah dan mendapatkan gaji tetap. Namun, ia mengakui implementasi di Indonesia tidak mudah karena luasnya wilayah dan keberagaman pendapat, serta perlindungan kebebasan berbicara oleh undang-undang. Ketua MUI, KH Cholil Nafis, juga mendukung gagasan ini untuk pendakwah di tempat resmi atau siaran publik, agar ceramah tetap sesuai dengan nilai agama dan etika. Ia menekankan bahwa pendakwah perlu memahami agama, dasar negara, dan metode dakwah yang konstruktif. #focus#sertifikasidakwah#news#videonews#miftah#miftahmaulana#pendakwah#dakwah#kemenag#menteriagama#kementerianagama#utusankhususpresiden#info#infoterkini#berita#beritaterkini#bicarafaktalewatberita#kumparan
Pendakwah KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau Gus Baha, menjadi pembicara di acara Ngaji Bareng, yang digelar Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis (5/12). Acara ini disiarkan secara live di YouTube resmi UII. Pada kesempatan itu salah seorang peserta Fakir Maulana dari Solo bertanya kepada Gus Baha, tentang berita yang belakangan viral. "Hari ini lagi viral berita seorang Gus," kata Maulana disambut gelak tawa peserta. "Mohon izin, mohon izin, yang mungkin berceramah dengan kalimat yang kurang baik. Mungkin diniatkan guyon tetapi malah melukai hati orang lain," jelasnya. Maulana melanjutkan pertanyaannya apakah ketika sudah menjadi kiai, tidak bisa menjadi Gus lagi, atau sudah menjadi Gus, tidak bisa naik menjadi kiai. Lanjutnya, dia minta jawaban dari Gus Baha tentang sejarah dan standarisasi Gus yang orisinal. Gus Baha kemudian bercerita tentang Nabi Musa. Selanjutnya, Gus Baha sembari tersenyum mengatakan kalau dirinya Gus asli. Dia mengatakan Rektor UI Prof Fathul Wahid tahu keluarganya karena Fathul asli Jepara. 📸: Dok. YouTube Universitas Islam Indonesia. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. newsupdate update news vidol gusbaha gus dakwah ceramah pendakwah ngaji UII info beritaterkini berita infoterkini bicarafaktalewatberita kumparan
Pakai mengumpat ke penjual es teh saat berdakwah, kini ada dorongan buat sertifikasi pendakwah. Beberapa waktu lalu, Miftah Maulana berdakwah di Magelang. Di tengah acara, dia melontarkan kalimat yang menyinggung pedagang es teh dan dianggap menghina. Hal itu pun bikin warganet geram. Caranya berdakwah pun mendapat kecaman. Apalagi, dia kini Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Tak cuma warganet, Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, sampai mendorong Kemenag buat mendisiplinkan para pendakwah. Kemenag diminta untuk ngadain sertifikasi juru dakwah. Katanya, biar gak keluar dari nilai-nilai agama dalam dakwahnya, perlu ada kontrol dari pihak yang berwenang buat mengawasi para juru dakwah. #focus#sertifikasidakwah#news#svl#miftah#miftahmaulana#pendakwah#dakwah#kemenag#menteriagama#kementerianagama#utusankhususpresiden#info#beritaterkini#berita#infoterkini#bicarafaktalewatberita#kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar