Jul 29th 2024, 17:37, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS
Seekor anjing liar tidur di dekat Taman Macka, Istanbul, Turki, pada 29 Mei 2024. Foto: Yasin AKGUL / AFP
Parlemen Turki pada Senin (29/7) menyetujui undang-undang (UU) pemusnahan empat juta anjing liar. Langkah itu menuai penolakan aktivis hak hewan.
UU kontroversial ini berisi bahwa anjing-anjing liar yang sakit dan agresif mesti disuntik mati. Detail dari aturan ini masih dibahas oleh parlemen.
Menurut pemerintah Turki, pemusnahan tersebut dibutuhkan untuk mencegah penyebaran rabies dan serangan anjing liar.
Dalam aturan ini nantinya anjing-anjing liar akan ditangkap secara massal. Mereka ditempatkan ke penampungan atau diizinkan diadopsi.
Seekor anjing liar tidur di depan Masjid Biru, Istanbul, Turki, pada 29 Mei 2024. Foto: Yasin AKGUL / AFP
Menurut berbagai kelompok hak hewan, pemusnahan massal bukan solusi mencegah rabies dan serangan anjing liar. Sterilisasi dipercaya sebagai jalan keluar masalah.
Rencana pemusnahan anjing liar sama seperti tragedi pada 1910 ketika Turki masih berada di bawah Ottoman.
Kala itu otoritas setempat menangkap 60 ribu anjing liar di Istanbul. Anjing-anjing itu kemudian dibawa ke tengah gurun di sekitar Laut Marmara.
Akibat tidak ada makanan, kawanan anjing berubah kanibal. Mereka memakan jenisnya sendiri.
Kendati menuai penolakan dari aktivis hak hewan, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendorong langkah pemusnahan tersebut.
"Kami menghadapi masalah yang belum dihadapi negara beradab lain, dengan adanya ledakan pertumbuhan besar (anjing)," kata Erdogan seperti dikutip dari AFP.
Seekor anjing liar tidur di Lapangan Sultanahmet, Istanbul, Turki, pada 30 Mei 2024. Foto: Yasin AKGUL / AFP
Sementara itu, oposisi Erdogan dari Partai Rakyat Republik menegaskan tak mau memusnahkan anjing-anjing liar. Partai oposisi merupakan penguasa di Istanbul dan sejumlah kota besar lainnya di Turki.
Menanggapi penolakan, pemerintah Turki mengancam kepala daerah yang tak mau patuh aturan pemusnahan akan dipenjara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar