Jul 29th 2024, 18:04, by Tio Ridwan, kumparanBOLANITA
Michelle Heyman membela Australia di Olimpiade 2024 Paris. Foto: VALERY HACHE / AFP
Lima tahun lalu, Michelle Heyman memutuskan pensiun dari sepak bola internasional. Baginya, saat itu, perjalanannya dengan Timnas Wanita Australia cukup sudah.
"Aku sungguh ingin terus bertarung.. Tapi tubuhku sudah tak mampu lagi. Pikiranku juga, tak lagi memperbolehkanku untuk terus melakukan ini," kata Heyman kepada Fox Sports pada 2019, saat ia mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.
Ia bilang, ia telah mendapatkan segalanya—kecuali medali Olimpiade—bersama Timnas Wanita Australia. Dan kini sudah saatnya ia mundur, ujarnya kala itu.
2019 memang tahun yang berat buat Heyman. Ia mengalami banyak tekanan, baik fisik maupun mental. Mengutip BBC, dalam sebuah wawancara, Heyman mengatakan ia menderita gangguan kecemasan dan serangan kepanikan. Cedera engkel bertubi dan cedera lutut menambah perkaranya waktu itu.
Sederet masalah itu membuat penampilan Heyman di atas lapangan melempem. Tempat utamanya di timnas sudah terebut dan pada paruh pertama 2019 ia sama sekali tak mendapat menit bermain di Matilda.
Dus, keputusannya mundur—juga melarikan diri; sebab ia tahu cuma menunggu waktu saja ia dilepas dari tim nasional.
"Aku berpura-pura ingin pensiun, sementara alasan utamanya adalah aku dicoret saja (dari timnas)," ujarnya kepada Code Sports.
Michelle Heyman membela Australia di Olimpiade 2016 Brasil. Foto: NELSON ALMEIDA/AFP
Karier Heyman sebenarnya tergolong apik untuk pesepak bola wanita. Ia memulai karier di Illawarra Stingrays, klub sepak bola wanita dari New South Wales pada 2008. Ia dua kali berkarier di luar negeri, yakni di Brøndby IF pada 2012 dan Western New York Flash pada 2015.
Meski begitu, rumah utamanya adalah Canberra United, tempat ia bermain dua kali dari 2010-2018 dan 2019-saat ini. Di situ, ia bermain sebanyak 159 kali dan mencetak 104 gol. Di klub yang sama jugalah ia dinobatkan sebagai top scorer sepanjang masa A-League Women menggeser catatan Sam Kerr.
Di Timnas Wanita Australia pun penampilannya cukup lumayan. Dari 2010 saat ia debut sampai 2016, ia mencetak 20 gol dari 61 pertandingan.
Menurut Heyman, Timnas Wanita Australia 8-10 tahun yang lalu jauh berbeda dengan apa yang ada sekarang. Apabila sekarang penampilan Matilda di tanah Australia selalu sold out dengan penonton lebih dari 50 ribu orang, tak begitu dengan era keemasannya di 2010-2016.
"Kira-kira ada 12 penonton dalam pertandingan kami, itu pun kalau beruntung," katanya dikutip dari BBC.
Keadaan itu berujung pada kebanyakan laga Matilda yang digelar tertutup. Federasi menilai tak menguntungkan buat pertandingan timnas wanita mereka digelar terbuka—jumlah penjualan tiket tak akan bisa menutup biaya operasional stadion.
Itu masih ditambah lagi dengan honor di timnas yang minim dan lingkungan Timnas Wanita Australia yang dilaporkan toxic. Sampai-sampai pelatih saat itu, Alen Stajcic, dipecat oleh FA karena alasan resmi "lingkungan kerja yang tak memuaskan".
Michelle Heyman saat mengalahkan Zambia di Olimpiade 2024 Paris. Foto: VALERY HACHE / AFP
Pada awal 2024, lima tahun setelah ia mengumumkan pensiun dari tim nasional, Heyman kembali berlaga buat Australia. Banyak hal menjadi faktor bagaimana ia bisa kembali ke Matilda. Cedera ACL Sam Kerr jelas menjadi salah satu yang utama, tapi penampilan Heyman yang apik di liga domestik juga menjadi faktor pendorong.
"Dia dalam performa yang luar biasa, dia mencetak gol dengan sangat mudah," kata Tony Gustavsson, pelatih Timnas Wanita Australia Februari lalu, soal alasan memanggil Heyman kembali ke tim nasional.
Penampilannya di Matilda pun tak bisa dibilang buruk. Dalam delapan laga yang dilakoni, ia mencetak tujuh gol. Luar biasa untuk pemain berusia 36 tahun.
Bahkan, dalam laga matchday kedua Australia vs Zambia semalam, Heyman tampil menjadi pahlawan Matilda. Dalam laga gila yang berakhir dengan skor 6-5, Heyman mencetak gol kemenangan Matilda pada menit 90.
"Apakah aku pernah membayangkan bisa kembali lagi ke timnas? Mungkin tidak," ujar Heyman, tersenyum.
Kini ia menikmati apa yang ia dan rekan-rekannya 10 tahun lalu tak bisa nikmati di tim nasional. Popularitas meroket, dukungan FA yang bagus, lingkungan kerja yang positif, dan penampilan Australia yang terus membaik.
"Aku membawa emosi dari setiap mantan pemain yang bermain bersamaku dulu, dan aku ingin menjalani ini semua untuk mereka," kata Heyman.
"Aku ingin menunjukkan ke mereka, 'Lihatlah hasil dari apa yang kita mulai dulu,'" ujarnya.
Gol Heyman semalam punya arti besar buat Matilda. Berada di Grup B yang berat bersama Jerman, Amerika Serikat, dan Zambia, Australia butuh mengerahkan segalanya untuk bisa lolos ke perempat final.
Di laga pertama, mereka kalah 3-0 dari Jerman. Tiga poin melawan Zambia tadi malam jelas jadi modal besar bagi Australia. Apabila mereka bisa tampil baik melawan Amerika Serikat pada pertandingan grup ketiga nanti, kemungkinan lolos ke 8 besar Australia akan terbuka lebar.
Dan siapa sangka optimisme itu lahir dari pemain 36 tahun yang lima tahun menyatakan pensiun dari sepak bola internasional. Tak ada yang menyangka, bahkan Heyman sekalipun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar