Search This Blog

TNI AD Beri Penjelasan soal Heboh 'Pengawalan Ketat' ke Gus Iqdam di Blitar

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
TNI AD Beri Penjelasan soal Heboh 'Pengawalan Ketat' ke Gus Iqdam di Blitar
Feb 18th 2024, 16:18, by Fadjar Hadi, kumparanNEWS

Gus Iqdam. Foto: Youtube/Gus Iqdam Official
Gus Iqdam. Foto: Youtube/Gus Iqdam Official

Mabes TNI AD memberikan penjelasan terkait insiden viral di Blitar, Jawa Timur. Insiden itu yakni ketika pengawalan terhadap Gus Iqdam.

Berdasarkan video beredar, nampak Gus Iqdam dikawal anggota TNI AD bersenjata lengkap ketika hendak menuju panggung. Namun yang menuai sorotan masyarakat pengawalan yang sangat ketat.

Terlihat personel TNI membawa senjata laras panjang. Mereka membuka jalan untuk Gus Iqdam.

Banyak masyarakat menyayangkan kejadian ini. Sebagian berpendapat, TNI AD tidak harus melakukan pengamanan seperti ini untuk mengawal Gus Iqdam.

Apel Gelar Pasukan TNI AD  Pengamanan Pemilu di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (8/11/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Apel Gelar Pasukan TNI AD Pengamanan Pemilu di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (8/11/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kadispen TNI AD Brigjen TNI Kristomei Sianturi memberikan penjelasan. Pasukan yang mengawal Gus Iqdam memang anggota TNI AD. Peristiwa itu terjadi Jumat 16 Februari.

"Keterlibatan anggota Yonif 511/DY dalam acara itu adalah hanya dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Ke-5, Majelis Taklim Sabilu Taubah, yang didirikan oleh Gus Iqdam di Blitar, Jawa Timur," ucap Kristomei kepada wartawan.

"Bukan dalam rangka kampanye," tambah dia.

Kadispen TNI AD Brigjen TNI Kristomei Sianturi. Foto: TNI AD
Kadispen TNI AD Brigjen TNI Kristomei Sianturi. Foto: TNI AD

Eks Kapendam Jaya ini menjelaskan mengapa pasukan dari Yonif 511/DY harus membawa senjata laras panjang saat mengawal Gus Iqdam.

"Kegiatan itu sifatnya hanya demonstrasi/peragaan salah satu ketangkasan/keterampilan prajurit dalam rangka komunikasi sosial pembinaan teritorial semata," jelas Kristomei.

"Guna menjalin kedekatan anggota Yonif 511/DY dengan para tokoh agama dan masyarakat di Blitar," tutur dia.

Lebih jauh, Kristomei mengatakan senjata yang dibawa adalah asli. Namun ia memastikan tidak ada amunisi sehingga tidak akan membahayakan masyarakat.

"Itu senjata asli, tapi tidak ada amunisinya. Dan itu juga sudah diperhitungkan untuk tidak akan membahayakan masyarakat," tutup Kristomei.

Media files:
01haq2ms7m9yz7hs6vbr5xb3dt.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar