Search This Blog

Timnas AMIN Tuding KPU Punya 'Hidden Agenda'

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Timnas AMIN Tuding KPU Punya 'Hidden Agenda'
Feb 17th 2024, 01:21, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS

Ilustrasi KPU. Foto: Shutterstock
Ilustrasi KPU. Foto: Shutterstock

Deputi Hubungan Antarlembaga Timnas AMIN, Putra Jaya Husain, menduga Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki agenda tersembunyi lantaran tidak merespons permohonan mereka untuk mengaudit sistem IT rekapitulasi data suara Pilpres 2024.

Putra mengaku sudah menyurati KPU sebanyak dua kali terkait permohonan tersebut jauh sebelum pencoblosan. Surat ketiga diberikan kepada Bawaslu yang kemudian juga mendorong KPU untuk melakukan audit. Namun ketiga tetap belum direspons.

"Enggak [mengajak paslon lain untuk ikut surati], kita kan cuma menunggu KPU-nya. Mau tiga paslon, satu paslon, kalau dia beritikat baik untuk membuka karena tidak ada hidden agenda. Kalau saya jadi Ketua KPU, begitu paslon mengajak audit, kalau saya tidak punya niat curang, saya akan terima dengan baik. Kalau saya Ketua KPU, misalnya," terang Putra saat jumpa pers di sekretariat pemenangan AMIN, Jakarta Selatan, Jumat (16/2).

Dia menilai, KPU seharusnya berperan seperti wedding organizer dalam sebuah acara pernikahan. KPU, kata Putra, bertugas melayani dan membuka akses kepada seluruh peserta pemilu, termasuk paslon dan partai politik.

"Kalau tidak ada hidden agenda KPU itu sebenarnya dengan mudah bisa saja membuka untuk akses kepada semua paslon. Tidak hanya pilpres sebetulnya. 24 parpol sebenarnya juga tentunya bisa diberi akses. Karena kan pengantinnya adalah peserta pemilu," sambungnya.

Konferensi pers Timnas AMIN di rumah perubahan, Jumat (16/2). Dok.  Foto: Thomas Bosco/kumparan
Konferensi pers Timnas AMIN di rumah perubahan, Jumat (16/2). Dok. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Putra mengaku, apabila KPU tak kunjung menunjukkan itikad baik itu, mereka akan mendatangi KPU secara langsung.

"Ya kita coba membawa data kesalahan itu ke sana. Nanti dibantu teman-teman wartawan dilihat. Kalau mereka menolak, berarti tidak punya niat baik untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan," tegasnya.

Kendati demikian, dia tetap berharap hal tersebut tidak perlu sampai terjadi dan mau membuka data-datanya secara transparan.

"Mudah-mudahan ada kebersihan dalam hati dan kemudian tidak punya niat buruk. Dengan mudah sebetulnya, kalau tidak punya niat buruk dengan mudah mengundang kita dan kemudian membuka semuanya secara transparan," tutupnya.

Media files:
01gthc00qkjkaa5nhjdsca7d0x.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar