Feb 18th 2024, 15:29, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
New York Federal Reserve Bank Foto: REUTERS/Brendan McDermid
Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, memberi sinyal tak akan buru-buru menurunkan suku bunga acuan atau fed fund rate (FFR). Saat ini, FFR berada di kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen.
Mengutip Reuters, Minggu (18/2), salah satu alasan The Fed menahan suku bunga karena belum membaiknya data perekonomian Negara Paman Sam tersebut, termasuk tingginya angka inflasi hingga melemahnya belanja konsumen.
"Ini membuat para pengambil kebijakan Federal Reserve masih menunggu atau wait and see terhadap penurunan suku bunga tahun ini, tapi tidak putus asa," tulis Reuters.
Pada Jumat (16/2), Pemerintah AS mengumumkan mengalami kenaikan indeks harga produsen bulan Januari sebesar 0,5 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Hal ini menyusul laporan awal pekan yang menunjukkan bahwa harga konsumen meningkat lebih dari perkiraan pada bulan lalu.
"Hal ini tidak menggoyahkan keyakinan saya bahwa kita menuju ke arah yang benar. Ini tentang seberapa cepat kita akan pergi ke sana," kata Presiden Federal Reserve Bank San Francisco Mary Daly.
Daly mengatakan para pengambil kebijakan memberi sinyal bahwa suku bunga saat ini akan dipertahankan lebih lama, dibandingkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Ia menilai penurunan suku bunga kebijakan The Fed sebanyak tiga perempat poin tahun ini sebagai jalan ke depan yang masuk akal.
"Kita harus menahan godaan untuk bertindak cepat ketika kesabaran diperlukan dan bersiap untuk merespons secara tangkas seiring dengan perkembangan perekonomian," ungkap Daly.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar