Feb 17th 2024, 05:34, by Nicha Muslimawati, kumparanBISNIS
Capres 02 Prabowo Subianto didampingi cawapres Gibran Rakabuming Raka pada pidato kemenangan Pemilihan Presiden 2024 versi quick count di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2024). Foto: Dok. Istimewa
Paslon nomor urut 02 Prabowo-Gibran bila terpilih akan mengevaluasi penyaluran subsidienergi agar dapat meneghemat beban anggaran negara. Ini menjadi berita paling banyak dibaca pada Jumat (16/2).
Selain itu ada kabar soal sinyal pemerintah akan menaikkan harga BBM nonsubsidi bulan depan. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBISNIS.
Prabowo Mau Evaluasi Subsidi Energi
Prabowo Subianto siap merealisasikan program makan siang gratis, salah satunya dengan mengevaluasi subsidi energi baik BBM dan LPG 3 kg. Saat ini, capres paslon 02 itu sementara mengungguli paslon lain dalam real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masih berlangsung.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno, mengatakan pemerintah era Prabowo nanti akan mengevaluasi alokasi subsidi energi apakah sudah tepat sasaran atau belum. Penjelasan itu sekaligus membantah soal pemangkasan subsidi BBM.
"Enggak, enggak seperti ini, coba dipahami ya, jadi supaya dipahami begini, kita punya subsidi energi tahun lalu Rp 500 triliun, tahun ini Rp 350 triliun ya. Dari total subsidi energi itu terbesar porsinya adalah untuk subsidi Pertalite dan subsidi LPG 3 kg, itu terbesar," ujar Eddy kepada kumparan.
Sekjen PAN Eddy Soeparno di kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (20/10/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Menurut Eddy, anggaran yang besar tersebut saat ini lebih banyak dinikmati oleh kalangan menengah atas. "Sementara yang hari ini membeli Pertalite, membeli LPG 3 kg itu 80 persen pembelinya adalah kaum mampu, bukan justru mereka mereka yang berhak membeli, yang mampu kan enggak berhak," ujar Eddy.
Wakil Ketua Komisi VII itu menjelaskan, hal inilah yang akan dievaluasi oleh Prabowo nanti. Soalnya, lanjut dia, bila subsidi energi ini sudah tepat sasaran, tidak akan menghabiskan anggaran ratusan triliun. Dari penjelasan itu dia menegaskan bukan berarti subsidi BBM akan dipangkas.
Adapun program makan siang dan susu gratis diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp 400 triliun. Angka tersebut lebih besar dari seluruh defisit APBN tahun 2023 sebesar Rp 347,6 triliun atau 1,65 persen dari PDB.
Sinyal Harga BBM Nonsubsidi Naik
Peluncuran BBM RON 95 E5 (Bioethanol) Pertamax Green 95 di SPBU MT Haryono, Senin (24/7/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memberi sinyal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi bulan depan. Menurutnya, rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi itu sejalan dengan tingginya harga minyak mentah dunia.
"Kalau nonsubsidi kan formula harga indeks minyak kan. Sekarang kan USD 82 per barel. Dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan USD 6. Ini tentu kan mempengaruhi biaya produksi," kata Arifin di Kantor Ditjen Migas, Jumat (16/2).
Arifin mengungkapkan, seluruh badan usaha memiliki hak untuk melakukan penyesuaian harga seiring dengan tingginya harga minyak dunia.
"Badan usaha ini akan evaluasi pasti. Naik tidaknya tergantung daya tahan dari badan usahanya itu sendiri. Mereka kan juga saling berkompetisi," ungkapnya.
Meski begitu, Arifin memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik. "Kalau subsidi akan tetap kita jaga dan tahan," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar