Search This Blog

Cak Imin: Food Estate Abaikan Petani dan Rusak Lingkungan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Cak Imin: Food Estate Abaikan Petani dan Rusak Lingkungan
Jan 21st 2024, 19:43, by Akbar Maulana, kumparanBISNIS

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Calon Wakil Presiden 01 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengkritik proyek food estate yang dia sebut mengabaikan petani. Pasangan Anies ini menilai food estate banyak menuai masalah mulai dari lingkungan yang ditimbulkan sampai konflik agraria yang menimpa masyarakat.

"Food estate terbukti mengabaikan petani kita, meninggalkan masyarakat kita dan menghasilkan konflik agraria dan bahkan merusak lingkungan kita," kata Cak Imin dalam debat Cawapres, Minggu (21/1).

Menurutnya, proyek seperti itu harus dihentikan. Cak Imin juga menyinggung soal bencana ekologi yang melanda Indonesia.

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Ini harus dihentikan. Saudara-saudara sekalian, krisis iklim terjadi, dan kita menyaksikan bencana ekologi terjadi di mana-mana. Negara harus serius mengatasinya, tidak hanya mengandalkan proyek giant sea wall yang tidak mengatasi masalahnya," kata Cak Imin.

Pada kesempatan tersebut, Cak Imin juga menyinggung soal kesejahteraan petani yang saat ini justru kekurangan lahan. Hal itu dia bandingkan dengan seorang pejabat negara yang berkelimang tanah.

"Ini artinya 16 juta keluarga petani memiliki tanah 0,5 hektar, sementara ada seseorang memiliki tanah 500 ribu hektar sebagai kekuasan yang dimiliki negara kepadanya," pungkas Cak Imin.

Media files:
01hmnzn8h763ybcgmybzt6c31v.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar