Dec 18th 2023, 19:53, by Ochi Amanaturrosyidah, kumparanNEWS
BEM Soloraya demo di Kantor Gibran di Solo. Foto: kumparan
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah kampus di Solo Raya menggelar demo di depan Kantor Wali Kota Solo sekaligus cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, Senin (18/12).
Setelah gagal bertemu putra sulung Presiden Jokowi itu untuk diajak debat soal putusan MK, para mahasiswa membubarkan diri pukul 17.30 WIB.
Dalam aksi tersebut, Ketua BEM UI, Melki Sedek Huang, ikut datang karena diundang oleh BEM Solo Raya. Melki menyayangkan sikap Gibran yang tak mau menemui para mahasiswa, padahal seharusnya ia tak sedang dalam masa cuti.
"Mas Gibran kan belum cuti, seharusnya masih kerja. Kami datang di kantornya Balai Kota harusnya masih bekerja, masak tidak melihat demonstrasi di sini. Tidak ada itikad baik keluar dan berdialog dengan mahasiswa yang mengkritisi pencalonannya beliau (Gibran)," kata Melki di lokasi, Senin (18/12).
Ketua BEM UI Melki Sedek Huang ditemui di Yogyakarta, Rabu (29/11/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Melki menyoroti masalah demokrasi yang menurutnya dikikis habis dan di saat yang sama, pencemaran lingkungan di Solo masih jadi masalah.
"Yang betul-betul memprihatinkan karena kebijakan politik yang tidak demokratis partisipatif. Hari ini kita kritik banyak hal yang bermuara dari kebijakan politik yang tidak mempresentasikan dengan demokratis," ucapnya.
Padahal, kata Melki, selain gagasan dan etika, demokrasi adalah hal yang paling penting bagi republik Indonesia. Jika tanpa gagasan, demokrasi hanya bersifat formalitas saja.
"Jika kita hidup tanpa gagasan, demokrasinya hanya formalistik. Jika kita hidup tanpa gagasan etika tidak akan mendapatkan tempat dalam kekuasaan. Tapi jika kita hidup tanpa etika demokrasi dan gagasan tidak akan jadi apa-apa," tegasnya.
Melki memastikan aksi demonstrasi ini tidak berarti mereka kontra dengan salah satu paslon di Pilpres 2024. BEM, kata dia, kontra dengan pelemahan Mahkamah Konstitusi.
"Hari ini kita tidak kontra dengan salah satu paslon. Kita kontra dengan pelemahan konstitusi, kita kontra dengan kelemahan demokrasi. Sudah ada keputusan MKMK yang semuanya hakim MK cacat etik," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar