Dec 14th 2023, 18:40, by Aliyya Bunga, kumparanNEWS
Brigade Al-Qassam memamerkan rudal terbaru dan mengirim pesan ke Israel dalam video yang dirilis 8 Desember 2023. Foto: Brigade Al-Qassam
Hampir tiga dari empat orang Palestina meyakini bahwa serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu ada benar. Dukungan kepada kelompok militan Palestina — baik dari responden di Jalur Gaza maupun Tepi Barat, pun meningkat sejak pertempuran pecah.
Dikutip dari Reuters, penemuan itu merupakan hasil polling yang dilakukan lembaga penelitian terkemuka di Palestina, Palestinian Center for Policy and Survey Research (PCPSR), dan dirilis ketika konflik Hamas-Israel memasuki bulan ketiga.
Menurut hasil survei PCPSR, 72 persen responden yakin keputusan Hamas meluncurkan serangan lintas perbatasan ke bagian selatan Israel adalah tepat. Sementara 22 persen lainnya mengungkapkan, keputusan itu salah. Sisanya dilaporkan ragu-ragu atau menolak menjawab.
PCPSR menemukan bahwa jika dibandingkan dengan polling sebelum pertempuran pecah, dukungan terhadap Hamas telah meningkat di kalangan rakyat Gaza dan lebih dari tiga kali lipat di Tepi Barat.
Anggota Brigade Ezz-Al Din Al-Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas Palestina, ambil bagian dalam parade militer di Rafah di Jalur Gaza Foto: Said Khatib / AFP
Peningkatan dukungan terhadap Hamas di Tepi Barat itu berbanding lurus dengan maraknya kekerasan antara warga lokal dengan Israeli Defense Forces (IDF) melalui penggerebekan berdarah.
"Lima puluh dua persen warga Gaza dan 85 persen responden Tepi Barat — atau 72 persen responden Palestina secara keseluruhan — menyuarakan kepuasan mereka terhadap peran Hamas dalam perang. Hanya 11 persen warga Palestina yang menyatakan puas dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas," demikian bunyi survei PCPSR.
Adapun Hamas telah menguasai Jalur Gaza sejak perselisihan dengan Otoritas Palestina (PA) terjadi pada 2007. Saat ini, PA menjalankan pemerintahan terbatas di Tepi Barat.
Selain itu, hasil survei PCPSR menunjukkan sebanyak hampir dua per tiga responden di Gaza (sekitar 64 persen), menyebut salah satu anggota keluarga mereka telah terbunuh atau terluka dalam perang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar