Dec 14th 2023, 20:27, by Paulina Herasmaranindar, kumparanNEWS
Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga Ganjar Pranowo menghadiri acara pertemuan dengan buruh tani dan nelayan di Taman Marakas, Pondok Ungu Permai, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Capres 03 Ganjar Pranowo menegaskan, bakal menyikat praktik pungutan liar (pungli) alias percaloan di dunia industri perusahaan. Apalagi, ada korban yang dirugikan akibat dari praktik percaloan ini.
Hal disampaikan Ganjar saat bertemu dengan pelaku UMKM dan buruh yang ada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/12). Dia dan Mahfud berkomitmen memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
"Saya kira ini bagian dari apa yang terjadi di masyarakat praktik-praktik buruk seperti ini pungli dan ternyata tidak hanya di pemerintah dan di masyarakat terjadi seperti itu. Dan inilah yang harus sikat," kata Ganjar di lokasi.
Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga Ganjar Pranowo menghadiri acara pertemuan dengan buruh tani dan nelayan di Taman Marakas, Pondok Ungu Permai, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Ganjar juga menuturkan, dirinya merasa prihatin karena praktik pungli di industri pekerjaan sampai sekarang masih merajalela. Padahal, mereka niat awalnya adalah mencari kerjaan.
"Kasihan para korban dan inilah yang mesti disikat dan pemerintah harus aktif menangani itu," tegas Ganjar.
"KKN harus kita sikat, kenapa Ganjar-Mahfud punya agenda sikat korupsi karena merugikan rakyat," tutur Ganjar.
Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga Ganjar Pranowo menghadiri acara pertemuan dengan buruh tani dan nelayan di Taman Marakas, Pondok Ungu Permai, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pernyataan Ganjar merupakan respons dari curhatan dari seorang warga bernama Sari yang mengalami praktik pungli di dunia kerja.
Kala itu, sang anak yang belum mendapatkan kerjaan, ditawarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan iming-iming langsung bekerja di sebuah perusahaan.
Mendapatkan hal tersebut, Sari langsung tergiur tanpa berpikir panjang lagi. Hanya saja, dia kemudian dimintakan uang sebesar Rp 6 juta sebagai pelicin agar sang anak bisa langsung bekerja di sebuah perusahaan.
"Saya alami kerja bayar. Dan anak saya lulusan S1 dimintai Rp 6 juta, sampai sekarang enggak kerja. Sudah masuk Rp 2 juta, padahal kita gapunya uang dan ngutang demi anak," kata Sari kepada Ganjar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar