Dec 15th 2023, 09:37, by Sinar Utami, kumparanBISNIS
Kapal tunda memandu masuknya sebuah kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (14/8). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia pada November 2023 kembali surplus. Sepanjang November, neraca perdagangan surplus 2,41 miliar.
"Pada November 2023 neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sebesar USD 2,41 miliar. Jadi kalau kita lihat tren ke belakang, neraca perdagangan Indonesia ini surplus selama 43 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Jumat (15/12).
Pudji menjelaskan nilai ekspor Indonesia pada periode November tercatat senilai USD 22 miliar atau turun tipis 0,67 persen dibandingkan Oktober 2023 senilai USD 22,15 miliar. Sedangkan secara year on year ekspor Indonesia turun 8,56 persen dibanding bulan November 2022 sebesar USD 24,06 miliar.
"Nilai ekspor turun tipis secara bulanan. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, tren pelemahan ekspor masih berlanjut," ungkapnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini, di Kantor Pusat BPS, Senin (5/6/2023). Foto: Dok. BPS
Nilai ekspor migas pada November 2023 mencapai USD 1,28 miliar, turun 6,39 persen dibanding Oktober 2023 senilai USD 1,37 miliar. Sementara nilai ekspor non migas selama November 2023 tercatat USD 20,72 miliar, turun 0,29 persen dibandingkan Oktober 2023 yang tercatat USD 20,78 miliar.
"Nilai ekspor nonmigas turun tipis secara bulanan, terutama pada sektor industri pengolahan dan pertanian," ungkapnya.
Sedangkan jika dilihat secara tahunan, ekspor migas naik dari USD 1,10 miliar pada November 2022 menjadi USD 1,28 miliar di November 2023. Kemudian nilai ekspor non migas secara tahunan tercatat turun dari USD 22,96 miliar di November 2022 menjadi USD 20,72 miliar di November 2023.
Adapun secara kumulatif, total nilai ekspor sepanjang Januari-November mengalami penurunan sebesar 11,38 persen secara tahunan. Pada Januari-November 2023 total ekspor tercatat sebesar USD 236,41 miliar sementara pada Januari-November 2022 tercatat USD 268,12 miliar. Penurunan terbesar terjadi pada industri pengolahan sebesar 9,70 persen.
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (14/8). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Pudji mengungkapkan, total nilai impor mengalami kenaikan. Nilai impor Indonesia pada November 2023 mencapai USD 19,59 miliar atau naik 4,89 persen dibanding Oktober 2023 yang tercatat USD 18,67 miliar. Sedangkan jika dibandingkan November 2022, kinerja impor bulan ini tercatat naik sebesar 3,29 persen.
Nilai impor migas selama November 2023 tercatat USD 3,49 miliar naik 8,79 persen dibanding Oktober 2023 sebesar USD 3,21 miliar. Kemudian untuk impor non migas pada November 2023 senilai USD 16,10 miliar naik 4,08 persen dibandingkan Oktober 2023 yang tercatat USD 15,47 miliar.
Secara year on year, impor migas naik dari USD 2,80 miliar pada November 2022 menjadi USD 3,49 miliar pada November 2023. Sementara impor non migas secara yoy turun dari USD 16,16 miliar pada November 2022 menjadi USD 16,10 miliar pada November 2023.
Adapun secara kumulatif, total nilai impor Indonesia periode Januari-November 2023 mengalami penurunan sebesar 6,80 persen secara tahunan. Pada Januari-November 2023 impor tercatat sebesar USD 202,78 miliar, sementara pada Januari-November 2023 nilai impor tercatat USD 217,58 miliar.
"Peningkatan nilai impor bulanan terjadi pada seluruh kelompok impor menurut penggunaan dengan persentase peningkatan terbesar terjadi pada kelompok barang konsumsi," kata Pudji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar