Sep 16th 2023, 06:20, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
Ilustrasi Pulau Rempang. Foto: pradeep_kmpk14/Shutterstock
Investasi perusahaan China, Xinyi Group, Rp 381 triliun di Pulau Rempang untuk membangun industri kaca dan panel surya untuk PLTS berpotensi dialihkan ke Johor, Malaysia. Ini menjadi berita terpopuler kumparanBisnis sepanjang Jumat (15/9).
Selain itu, berita mengenai modus baru penipuan untuk menyedot data pribadi melalui aplikasi WhatsApp (WA) dengan menyematkan fitur 'BLOCK' juga ramai dibaca publik. Berikut rangkumannya.
Akan Investasi Rp 381 T di Rempang, Kalau Lambat Xinyi Group Bisa Kabur ke Johor
Investasi Xinyi Group bisa kabur ke Malaysia jika persoalan lahan yang memunculkan demonstrasi warga, tak cepat diselesaikan.
Deputi III Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi, mengungkapkan Malaysia juga berusaha merayu Xinyi Group agar mau berinvestasi membangun pabrik mereka di Johor.
"Ini kan PM Anwar Ibrahim juga meniru gaya-gaya Presiden Jokowi dalam mengundang investor ke negaranya. Bisa dibilang copy paste lah," ujar Elen Setiadi dalam perbincangan dengan media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/9).
"Kalau kita lambat, rayuan Malaysia ini kan gencar. Apa yang kita lakukan kayak (pemberian) insentif, di Johor juga ada iming-iming itu," kata Elen.
Viral Fitur 'BLOCK' Modus Baru Penipuan via WA, Ini yang Sebenarnya
Menurut akun X @kozirama, para penipu terlihat sudah mempelajari psikologis penerima chat WA jika dikirim pesan ada tombol 'BLOCK' dari nomor tak dikenal, akan terpancing untuk klik.
"Hati-hati kalau ada yang tiba-tiba mengirim WA seperti ini. JANGAN menekan tombol BLOCK, karena di situ disembunyikan link yang akan merampok isi rekening kita," kata dia, Jumat (14/9).
Dari penelusuran kumparan, yang viral tersebut merupakan fitur baru whatsapp bernama Safety Tools. Meski demikian, fitur tersebut belum diluncurkan secara resmi alias masih prototipe.
Fitur tersebut baru tersedia di WhatsApp Beta dan cuma user yang mendaftar program beta di Google Play Store/Apple App Store yang bisa coba fiturnya. Itu pun sebagian kecil user biasanya yang bisa mendapatkan fitur tersebut.
"Jika mau mem-BLOCK, blokirlah melalui fitur BLOCK di aplikasi WA kita. Selalu waspada, berpikir sebelum bertindak," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar