Search This Blog

Mata Anak Venna Melinda Dilempar Batu Temannya, Bagaimana Sikap Orang Tua?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mata Anak Venna Melinda Dilempar Batu Temannya, Bagaimana Sikap Orang Tua?
Sep 24th 2023, 18:47, by Eka Nurjanah, kumparanMOM

Mata Anak Venna Melinda Dilempar Batu Temannya, Bagaimana Sikap Orang Tua? Foto: Thanes.Op/Shutterstock
Mata Anak Venna Melinda Dilempar Batu Temannya, Bagaimana Sikap Orang Tua? Foto: Thanes.Op/Shutterstock

Baru-baru ini Anak bungsu dari Venna Melinda, Vania Athabina mengalami kejadian tak menyenangkan. Ia menjadi korban kekerasan dari teman sekolahnya.

Kekerasan yang diterima oleh Vania sudah menyasar ke kekerasan fisik. Sebab, matanya sampai terluka karena terkena lemparan batu oleh temannya. Mata sebelah kanan Vania pun bengkak sampai berair

Moms, bila kejadian serupa menimpa si kecil, apa yang sebaiknya orang tua lakukan?

Psikolog Klinis Anak dan Remaja Rumah Dandelion, Rizqina Ardiwijaya, M. Psi., Psikolog mengatakan, sebaiknya orang tua tetap berusaha untuk tenang dan objektif.

"Pasti hati orang tua yang paling hancur. Tapi, kita tetap harus berusaha tenang dan objektif ya. jadi, coba cari tau dulu penjelasan dari sisi anak dan juga dari sisi pelaku,'' kata Rizqina kepada kumparanMOM.

Ya, Moms, kamu bisa mempertanyakan hal berikut pada si kecil maupun pelaku:

-Apa alasan perilaku ini?

-Apakah ini adalah tindakan kekerasan yang sengaja dilakukan karena ingin menyakiti anak kita?

-Apakah ternyata anak itu (pelaku) tidak tahu cara bermain yang aman?

-Apa sebelumnya pernah terjadi kejadian serupa yang dilakukan pelaku pada anak kita? Jika iya, sudah berapa lama?

Selanjutnya, jika memang ada indikasi tindak bully atau kekerasan, orang tua korban dan orang tua pelaku harus berembuk untuk kebaikan kedua belah pihak.

Ilustrasi ibu memeluk anak yang sedih dan kecewa. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi ibu memeluk anak yang sedih dan kecewa. Foto: Shutter Stock

''Tujuannya agar anak kita bisa diobati dan tidak trauma, pelaku bisa ditangani agar tidak melakukan tindakan yang sama pada orang lain. Coba untuk berdiskusi secara dewasa ya, meski tentu tak mudah menahan amarah ketika anak disakiti,'' kata Rizqina.

Jika diperlukan, korban dan pelaku pun bisa melakukan konsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan asesmen, apakah korban trauma atau tidak.

''Jika trauma, bisa ditangani langsung. Pada pelaku pun demikian, dapat dikaji sebenarnya apa yang mendasari munculnya perilaku ini dan dibantu untuk ditangani.'' pungkasnya.

Media files:
01h47dvdgak5mqdw59efyab8ya.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar