Aug 4th 2023, 17:26, by Ochi Amanaturrosyidah, kumparanNEWS
Rocky Gerung di Dialog Nasional Reuni 212, Rabu (2/12). Foto: Dok. Youtube Front TV
Rocky Gerung turut mengkritik Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang mengatakan akan pasang badan membela Presiden Jokowi yang disebut 'Bajingan Tolol'. Menurut Rocky, sikap Moeldoko itu tidak ada bedanya dengan relawan.
"Relawan itu berhak pasang badan karena rasa cintanya pada Presiden Jokowi. Mental relawan itu mental mencintai karena menginginkan Jokowi enggak mau diganggu," kata Rocky dalam konferensi pers soal kasus 'Bajingan Tolol' di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/8).
"Relawan pasti pasang badan karena kecintaan personalnya. Moeldoko, kan, pejabat publik. Jadi itu tidak tepat," lanjut Rocky yang didampingi wartawan senior Hersubeno Arief dan Komite Eksekutif KAMI, Gde Siriana Yusuf.
Menurut Rocky, seharusnya Moeldoko bisa mencontoh Menko Polhukam, Mahfud MD, yang menjawab diplomatis ketika ditanya pendapatnya soal masalah ini. Apalagi, Moeldoko sudah bukan lagi prajurit TNI.
"Enggak bisa lagi. Karena dia sekarang di KSP. Udah selesai periode [prajurit] itu," tegasnya.
Rocky pun mencontohkan Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sekarang sudah bisa bersikap sebagai sipil dibandingkan sebagai prajurit TNI.
"Lihat Pak Prabowo bahasa tubuhnya udah sipil betul. AHY juga udah mampu mengucapkan itu. Gatot Nurmantyo udah tubuh sipil itu karena sering bergabung dengan saya," pungkasnya.
Kepala staf presiden, Moeldoko usai acara rapat RUUPRT di Jakarta Pusat, Senin (15/5). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Sebelumnya, KSP Moeldoko mengisyaratkan akan pasang badan jika ada pihak yang menghina Jokowi, termasuk Rocky Gerung. Ia mengatakan sebagai prajurit biasa mempertaruhkan nyawa di medan perang tanpa kalkulasi.
"Saya sebagai prajurit biasa mempertaruhkan nyawa di medan perang tanpa kalkulasi apalagi menghadapi situasi seperti ini biasa. Jadi jangan coba-coba mengganggu Presiden. Saya ingin tegaskan itu. Dan nyata-nyata telah membawa situasi yang enggak baik," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/8).
"Seorang intelektual harus betul-betul bisa memberikan suri teladan kepada anak cucu kita karena akan membawa preseden yang kurang baik ke depan," tambah Moeldoko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar