Aug 4th 2023, 17:23, by Wendiyanto Saputro, kumparanBISNIS
Suasana gedung perkantoran di Jakarta yang jadi penggerak perekonomian nasional. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Daya saing Indonesia pada 2023 naik tertinggi sebanyak 10 peringkat dibandingkan 2022. World Competitiveness Center (WCC) yang dirilis Institute for Management Development (IMD) pada 2023 ini, menempatkan daya saing Indonesia di ranking 34, melonjak dari posisi 44 di 2022.
Dengan posisi itu, Indonesia menggeser Jepang yang kini menempati ranking 35 atau turun 1 peringkat.
Negara lain yang mengalami kenaikan daya saing tinggi adalah Irlandia, naik 9 peringkat yakni dari ranking 11 2022 kini ada di ranking 2. Sedangkan yang turun paling dalam daya saing-nya, yakni Latvia turun 16 peringkat dari ranking 35 di 2022 menjadi ranking 51 di 2023.
IMD yang juga memiliki sekolah bisnis terkemuka di Swiss, merilis WCC secara tahunan. Daya saing setiap negara diukur dengan empat parameter yakni Kinerja Ekonomi, Pemerintahan yang Efisien, Bisnis yang Efisien, dan Ketersediaan Infrastruktur.
Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Dari keempat parameter itu, aspek Kinerja Ekonomi menempatkan Indonesia di ranking 29 dan Pemerintahan yang Efisien di ranking 31. Sedangkan untuk aspek Bisnis yang Efisien, Indonesia ada di ranking 20, posisi yang sama dengan 2019.
Pada aspek Bisnis yang Efisien itu, posisi Indonesia sempat turun ke ranking 31 pada 2020 dan 2022.
Sedangkan untuk parameter Ketersediaan Infrastruktur, Indonesia ada di ranking 51. Ranking ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Lima negara dengan peringkat daya saing tertinggi yakni Denmark di ranking 1, Irlandia (2), Swiss (3), Singapura (4), dan Belanda (5).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar