Aug 3rd 2023, 19:42, by Aliyya Bunga, kumparanNEWS
Politisi sayap kanan Rasmus Paludan membakar salinan Al-quran saat protes di depan kedutaan Turki di Kopenhagen, Denmark, Jumat (27/1/2023). Foto: Ritzau Scanpix/Olafur Steinar Gestsson via REUTERS
Rencana pemerintah yang berkuasa di Denmark untuk menjadikan pembakaran Al-Quran sebagai tindakan ilegal secara hukum diprotes oleh tujuh partai oposisi.
Menurut mereka, langkah tersebut justru merupakan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi — yang apabila disahkan akan bertentangan dengan undang-undang.
Dikutip dari Reuters, pernyataan keberatan ini disampaikan oleh ketujuh partai oposisi di Denmark dalam pernyataan gabungan pada Kamis (3/8).
"Semua partai yang bertanda tangan di bawah ini menjunjung tinggi kebebasan sipil Denmark yang fundamental dan berpendapat bahwa kebebasan sipil harus selalu diutamakan daripada fanatisme agama," bunyi pernyataan itu.
Kemarahan pemeluk agama Islam atas penistaan Al-Quran yang terjadi di Swedia dan Denmark telah mendorong kedua pemerintah negara Nordik ini untuk memutar otak dalam mencari jalan tengah.
Pemerintah Swedia dan Denmark berencana untuk membatasi aksi pembakaran Al-Quran dengan menerapkan sanksi hukum. Hal serupa turut diserukan oleh negara-negara mayoritas penduduk muslim dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) belakangan ini.
Pria swedia bakar Al-Quran. Foto: Jonathan NACKSTRAND / AFP
Melalui pertemuan itu, masing-masing anggota OKI menyuarakan suara bulat memprotes atas penistaan Al-Quran yang terjadi berulang kali di Swedia dan Denmark.
Mereka berharap, pemerintah kedua negara dapat meninjau kembali aturan nasional mereka sehingga para pelaku penistaan agama dapat dijerat hukum.
Namun, menurut partai oposisi di Denmark, melarang pembakaran Al-Quran dapat diartikan bahwa pemerintah seolah 'menyerah' pada tekanan dari luar.
"Dengan menyerah pada tekanan dari luar, pemerintah juga dapat membuka pintu bagi negara-negara asing untuk mencampuri politik nasional," bunyi pernyataan oposisi.
"Hak veto orang yang kejam tidak boleh menang dan tidak boleh menentukan batas-batas politik Denmark dan demokrasi Denmark," sambung mereka.
Adapun ketujuh partai oposisi ini memiliki popularitas yang tinggi di Denmark — mulai dari partai berhaluan kanan garis keras New Right hingga berhaluan kiri. Ketujuh partai bersama-sama menduduki 72 kursi di parlemen Denmark yang beranggotakan 178 orang.
Namun, terlepas dari protes yang dilayangkan oposisi, Menteri Kehakiman Denmark Peter Hummelgaard memastikan bahwa pemerintah akan terus berupaya mencegah agar pembakaran Al-Quran tidak terulang kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar