Aug 2nd 2023, 22:23, by Tim kumparan, kumparanNEWS
Kondisi Inflasi Juli 2023. Foto: Dok. Istimewa
Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi tren angka inflasi yang semakin membaik.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Selasa (1/8/2023), angka inflasi year on year (YoY) pada Juli 2023 sebesar 3,08 persen. Angka inflasi ini menurun, jika dibanding dengan inflasi YoY Juni 2023, sebesar 3,52 persen.
Membaiknya kinerja pengendalian inflasi ini dianggap berkat kerja sama antara pemerintah pusat dan pemda dalam melaksanakan arahan Presiden Jokowi, yang meminta agar koordinasi pengendalian inflasi dilakukan sebagaimana halnya penangan pandemi COVID-19.
Meskipun demikian, Tito terus mengingatkan pemda karena di beberapa daerah masih ada yang angka inflasinya tinggi. Kemudian pemda juga diminta mewaspadai terjadinya ancaman kekeringan yang dipicu fenomena alam El Nino.
Menurut dia, fenomena tersebut juga mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Jokowi.
"Sesuai arahan Bapak Presiden pada Rapat Terbatas (Ratas) 2 minggu lalu untuk daerah-daerah agar betul-betul melihat data ini dan kemudian mempersiapkan diri," ujar Tito dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (2/8/2023).
Mendagri Tito Karnavian memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (6/6/2023). Foto: Dok. Istimewa
Ia mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan sejumlah arahan yang dapat dipedomani pemda. Hal ini seperti mempersiapkan cadangan air, terutama di daerah yang memiliki waduk atau embung. Pemda dapat berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Selain itu, jelas Tito, Presiden juga meminta pemerintah pusat agar menyiapkan cadangan air untuk dikonsumsi masyarakat maupun untuk pertanian dan perkebunan. Upaya tersebut untuk mencegah terjadinya gagal panen yang kemudian berpengaruh terhadap ketahanan pangan.
Tito menambahkan, pemerintah pusat akan melakukan operasi modifikasi cuaca dengan melakukan penyiraman garam untuk membentuk cloud seeding guna mendorong terjadinya hujan. Menurutnya, daerah dapat melakukan upaya yang sama dengan melibatkan jajaran TNI.
"Mohon bantuan dari TNI kalau kita kira-kira sudah rawan betul, rawan kekeringan, (daerah dapat) kerja sama dengan TNI untuk melakukan sekali lagi cloud seeding, penggaraman," terangnya.
Ilustrasi kekeringan. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Selain itu, kata Tito, Kemenhub juga telah mempersiapkan upaya modifikasi cuaca dengan dilatih jajaran TNI. Selain itu, ada pula inovasi alat untuk melakukan modifikasi cuaca yang berhasil dibangun oleh sejumlah perusahaan swasta. Bahkan terobosan tersebut juga telah tercatat dalam e-Katalog.
Menurut dia, pemda dapat memanfaatkan terobosan tersebut dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Mohon pendampingan dari rekan-rekan kejaksaan, dalam rangka untuk memodifikasi cuaca, terjadinya hujan di daerah itu. Sehingga tidak terjadi kerentanan pangan yang berakibat kepada kenaikan harga atau inflasi," tandas Tito.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar