Search This Blog

Pemerintah Optimistis Indeks Pembangunan Manusia Kembali Naik di 2023

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pemerintah Optimistis Indeks Pembangunan Manusia Kembali Naik di 2023
Jul 29th 2023, 07:31, by Nicha Muslimawati, kumparanBISNIS

Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Foto: Shutter Stock

Pemerintah optimistis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun ini bisa kembali meningkat. Berdasarkan data BPS, IPM pada 2022 sebesar 0,86 persen, naik dari tahun sebelumnya 0,49 persen.

Pertumbuhan tahun 2022 tersebut, bahkan sudah melebihi pertumbuhan sebelum masa pandemi COVID-19 di tahun 2019, yang tumbuh sebesar 0,74 persen.

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin, mengatakan perbaikan IPM Indonesia 2022 terutama didorong oleh peningkatan dimensi standar hidup layak. Hal ini diwakili oleh variabel pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan.

Ia menjelaskan, generasi muda memiliki peranan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Pada tahun 2035 mendatang, Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia diproyeksikan akan mencapai puncak bonus demografi dengan mayoritas populasi berusia produktif.

"Generasi Z dan Millenials berpotensi menjadi talenta-talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta juga dapat menjadi wirausahawan atau job creator di era ekonomi digital," ujar Rudy dalam keterangannya, Sabtu (29/7).

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Pendidikan, Inovasi, dan Daerah Terluar, Billy Mambrasar, mengatakan bahwa selain faktor ekonomi, tingginya angka putus sekolah dan kualitas pendidikan yang relatif rendah, menghambat naiknya IPM.

Sebagai upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemanfaatan teknologi bisa menjadi solusi. Misalnya, seluruh anak di Indonesia bisa mendapatkan pendidikan berkualitas melalui berbagai platform daring yang sudah sangat mudah diakses.

Salah satu dari sekian banyak platform daring tersebut adalah platform Pijar, sebuah produk digital di bawah payung Leap Telkom Digital dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom.

"Zaman sudah berubah selepas pandemi, belajar tak selalu harus di dalam kelas dan ada guru di depan murid. Metode belajar daring sudah lebih beragam dan menyenangkan murid," katanya.

Billy mengapresiasi inisiatif Pijar dari Telkom dalam menurunkan angka putus sekolah. Apalagi, aplikasi tersebut juga mendukungnya secara resmi dalam kegiatan PIKM (Pusat Inovasi Kewirausahaan Masyarakat) di tujuh provinsi luar Pulau Jawa kriteria daerah terluar. Melalui PIKM, masyarakat di daerah terluar bisa peroleh modul pembelajaran daring dengan instruktur profesional dan berpengalaman bahkan tanpa biaya sepeser pun.

"Ini era new normal sudah banyak mengubah tatanan. Termasuk kami bersinergi dengan Pijar, bahwa pendidikan kewirausahaan berkualitas itu cukup gunakan internet namun pemuda di daerah terluar sudah bisa akses konten berkualitas yang umumnya hanya terpusat di Pulau Jawa," tambahnya.

Media files:
obyzq4ezlvj7uwp1x5za.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar