May 26th 2023, 21:33, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi contoh soal titrasi asam basa. Foto: Unsplash/Hans Reniers
Saat belajar kimia, salah satu materi yang menjadi pembelajaran adalah titrasi. Materi ini dipelajari oleh siswa dengan eksperimen di laboratorium. Saat melakukan eksperimen, siswa diminta untuk menghitungnya. Maka dari itu, 5 contoh soal titrasi asam basa beserta pembahasannya bisa digunakan sebagai pembelajaran.
Dengan begitu, ketika saat melakukan eksperimen tidak lagi kesulitan dalam menghitungnya. Selain itu, ketika perhitungan ini muncul saat evaluasi bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
5 Contoh Soal Titrasi Asam Basa
Ilustrasi contoh soal titrasi asam basa. Foto: Unsplash/RephiLe water
Titrasi adalah metode analisis dalam menetapkan konsentrasi suatu zat dalam larutan dengan konsep reaksi kimia. Reaksi tersebut akan menghasilkan asam atau basa.
Untuk menghitung titrasi, terdapat rumus yang digunakan, yakni:
Rumus Titrasi Asam Basa
a x mol asam = b x mol basa
a x Ma x Va = b x Mb x Vb
a x Gr A/Mr a = b x Gr B/Mr b
Keterangan:
Ma = molaritas/konsentrasi asam
Va = volume asam
A = valensi asam (jumlah ion H+)
Gr A = massa asam
Mr a = molekul relatif asam
Mb = molaritas/konsentrasi basa
Vb = volume basa
b = valensi basa (jumlah ion OH-)
Gr B = massa basa
Mr b = molekul relatif basa
Adapun contoh soal titrasi asam basa yang dikutip dari buku Super Kimia SMA oleh Drs. Wirawan J. Sarosa (2010), yakni:
1. pH larutan yang dibuat dari 0,001 mol KOH dalam 10 liter air adalah ...
a. 12
b. 11
c. 10
d. 7
e. 4
Pembahasan:
[OH-] = b . Mb
= 1. 0,001/10
= 0,0001 M = 10^-4M
pOH = -log [OH-]
= - log 10^-4
4
pH =14 - 4
= 10 (c)
2. Sebanyak 10 ml larutan asam asetat dengan pH = 3 dicampur dengan 90 ml air, maka pH larutan sekarang adalah.... (Ka = 1 . 10^-5)
a. 2
b. 2,5
c. 3
d. 3,5
e. 4
Pembahasan:
pH = 3 , [H+] = 10^-3M (dianggap M, atau mula-mula)
penghitungan pengenceran (V2 = 10 + 90 = 100 ml):
[H+]1 x V1 = [H+]2 x V2
[H+]2 = [H+]1 x V1 / V2
= 10^-3 x 10 / 100 = 10^-4 M
pH = - log [H+]
= - log 10^-4
= 4 (e)
3. pH larutan basa lemah valensi satu = 10, maka konsentrasi ion OH- dalam larutan adalah ...
a. 10^-10 M
b. 10^-8 M
c. 10^-6 M
d. 10^-4 M
e. 10^-2 M
Pembahasan:
pH = 10, pOH = 14 – 10 = 4
[OH-] = 10^-4 M (d)
4. 0,49 gram asam sulfat (Mr = 98) terlarut dalam 500 ml larutan, maka pH nya sebesar....
a. 2
b. 2—log 2
c. 2 + log 2
d. 12
e. 12 + log 2
Pembahasan:
M asam sulfat (H2SO4) = 0,49/98 x 1000/500
= 0,005 x 2
= 0,01 M
[H+] = a. Ma
= 2 . 0,01
= 2 . 10^-2 M
pH = - log 2 . 10^-2
= 2 – log 2 (b)
5. Diketahui trayek perubahan warna indikator sebagai berikut:
No. Indikator Perubahan Warna Trayek pH
1. Metil merah Merah — kuning 3,1 – 4,4
2. Bromtimol biru Kuning — biru 6,0 – 7,6
3. Fenotftalein Tak berwarna — merah 8,0 – 10,0
Suatu sampel larutan jika ditetesi dengan metil merah berwarna kuning, ditetesi dengan bromtimol biru berwarna biru dan ditetesi dengan fenotflatein tidak berwarna, maka perkiraan pH nya adalah ...
a. Lebih dari 3, 1
b. Antara 4,4 – 6,0
c. Lebih kecil dari 7,6
d. 7,6 – 8,0
e. Lebih dari 10,0
Pembahasan:
Larutan + metal merah, warna = kuning, pH = 4,4 ke atas
Larutan + bromtimol biru, warna = biru, pH = 7,6 ke atas
Larutan + fenolftalin, warna = tak berwarna, pH = 8,0 ke bawah
Itulah 5 contoh soal titrasi asam basa lengkap dengan pembahasannya. Soal ini memang tidak terlalu sulit. Namun tetap butuh ketelitian agar tidak salah dalam menghitungnya.(MZM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar