Mar 31st 2023, 12:51, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) menjalani uji operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/11/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintah masih membahas kepastian harga tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Meski demikian, Luhut memastikan harga tiket kereta cepat masih terjangkau bagi masyarakat, lantaran pemerintah tidak pernah mengambil untung dari operasional transportasi publik.
"Ini lagi dibicarakan. Masih ada waktu. Kita masih hitung, karena terus terang saja ini kan jangka panjang. Publik transportasi itu kan tidak pernah ada untung," ungkapnya saat kunjungan di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (31/3).
"Saya kira cost itu adalah public service yang diberikan pemerintah. Jadi pasti akan dibuat semurah mungkin, tapi tetap tidak melanggar dari keamanan cost yang didapat," sambung dia.
Luhut mengatakan, terjangkaunya tarif KCJB didukung oleh terintegrasi dengan ekosistem transportasi DKI Jakarta, seperti LRT Jabodebek dan Transjakarta, yang membuat biaya operasional lebih efisien.
"Kalau kita buat terintegrasi, pasti lebih murah cost-nya, pasti bisa lebih cepat, dan membuat lebih efisien. Jadi semua harus terintegrasi, jangan kita kerja segmented, terpisah-pisah," tegasnya.
Adapun hari ini Luhut resmi melakukan peletakan rel kereta api terakhir KCJB. Total panjang rel KCJB yaitu sepanjang 304 kilometer. Dia pun menargetkan KCJB baru bisa beroperasi 18 Agustus 2023.
Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan Pantau Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: dok. PT KCIC
"Kita berharap tanggal 18 agustus 2023 Presiden Jokowi akan meresmikan. Tapi trial-nya mulai bulan Mei 2023. Seperti ini kan trial sekarang ini," kata Luhut.
Meski bergeser dari target operasi semula yakni Juli 2023, Luhut membantah hal itu sebagai pengunduran.
"Ya kita mau bikin hadiah 17 Agustus. Bukan mundur, kita bikin hadiah 17 Agustus," lanjut dia.
Ditemui usai acara, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, menyebutkan tarif KCJB akan ditentukan berdasarkan 3 kelas, yaitu ekonomi, eksekutif, dan bisnis eksekutif.
"Belum ada (kesepakatan harga tiket). KCJB itu ada kelas ekonomi, kelas eksekutif, bisnis eksekutif, ada tiga kelas di situ," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, sempat membocorkan kisaran harga tiket KCJB, yaitu ditawarkan berkisar Rp 150.000 sampai Rp 350.000.
"Untuk tarif berkisar Rp 150.000 sampai Rp 350.000. Sesuai dengan hasil studi Demand Forecast Polar UI," ujar Dwiyana dalam rapat bersama Komisi V DPR RI pada 7 Februari 2022.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar