Mar 31st 2023, 14:04, by Nicha Muslimawati, kumparanBISNIS
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, hadir pada acara penyambungan akhir rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan
Penyelesaian pembengkakan biaya atau cost overrunKereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) memasuki tahap akhir. Dari total sebesar USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 18,2 triliun, 75 persen biaya akan ditambal dari utang.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pihaknya sedang memfinalisasi tingkat bunga (interest) utang KCJB kepada China Development Bank (CDB).
"Sekarang kita tinggal finalisasi mengenai interest-nya, mereka mau di 4 persen, kita mau di 2 persen. Sekarang negosiasi sudah jalan," ungkapnya saat meninjau Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (31/3).
Luhut mengatakan, pemerintah sudah memiliki berbagai opsi terkait penarikan utang untuk pembengkakan biaya KCJB ini. Dia menegaskan tidak akan tunduk pada pihak apa pun kecuali aturan yang berlaku.
"Saya nanti juga ada high level dialog di Beijing tanggal 24 April. Kita akan bawa issue ini, saya kira semua akan mencari win-win. karena mereka juga melihat kita melakukan dengan profesional," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan konsorsium China dan Indonesia menyepakati nominal pembengkakan biaya sebesar USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 18,2 triliun.
Setelah melakukan kesepakatan, langkah selanjutnya yang akan ditempuh yaitu mengajukan pinjaman atau utang kepada China Development Bank (CDB), 75 persen dari total pembengkakan biaya
Dia menuturkan, Indonesia dan China juga bersepakat pembagian porsi pinjaman untuk pembengkakan biaya ini yaitu 60 persen oleh pihak konsorsium Indonesia, dan 40 persen konsorsium China.
Dengan perhitungan tersebut, Tiko pun mengungkap total pinjaman yang akan diajukan oleh konsorsium Indonesia kepada CDB senilai USD 550 juta atau setara dengan Rp 8,3 triliun.
"Porsi yang akan kami butuhkan itu sekitar USD 550 juta kita ajukan ke CDB. Kita sedang diskusikan struktur final dan harganya, seharusnya dalam waktu minggu depan kita akan punya struktur final dan harga diteken dalam bentuk ekuitas," jelas Tiko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar