Lapas Pontianak persilakan narapidana berbuka puasa dengan keluarganya. Foto: Teri/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Lapas Kelas IIA Pontianak menggelar program buka bersama keluarga dengan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) untuk pertama kalinya di Kalimantan Barat. Ini untuk memenuhi kebutuhan WBP berhubungan dengan keluarganya.
Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak, Julianto Budhi Prasetyo, mengatakan, di bulan Ramadan ini, pihaknya ingin memberikan hak WBP untuk tetap dapat menjalin silaturahmi kepada sanak saudara.
"Pada kesempatan ini saya mencoba memberikan solusi, merekatkan hubungan mereka, keluarga, dalam bulan Ramadan ini, untuk buka bersama dengan warga binaan. Di Kalbar baru pertama, dan saya coba ini untuk mereka," jelas Julianto.
Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak, Julianto Budhi Prasetyo. Foto: Teri/Hi!Pontianak
Besukan sekaligus buka puasa bersama keluarga ini, digelar pada Rabu, 30 Maret 2023, dan akan digelar secara bertahap setiap minggunya di bulan suci Ramadan.
"Situasi mereka yang ceria ini menimbulkan rasa, dan ini salah satu upaya mendekatkan diri kepada mereka, memberikan hak mereka, tidak memutus hubungan silaturahmi dengan keluarganya, dan mendapat support dari keluarga," paparnya.
Tak ada kriteria khusus untuk WBP yang ingin buka puasa bersama keluarga, terkecuali WBP yang sedang mejalankan sanksi hukuman atau sedang melanggar tata tertib.
Program buka puasa bersama keluarga ini bisa diikuti semua warga binaan. Foto: Teri/Hi!Pontianak
"Kita hanya pembagian jadwal. Tidak ada kriteria khusus. Kecuali yang sedang melanggar tata tertib atau mendapat sanksi, itu tidak kita berikan. Kriterianya tidak ada, kita buka untuk semuanya. Ini kebetulan ada yang jauh dari Sanggau, bukan jadwalnya kita bantu," ucapnya.
Selama bulan Ramadan kegiatan buka bersama keluarga WBP ini akan dijadwalkan sebanyak 3 kali. Dalam kegiatan ini, pihak keluarga diperkenankan untuk membawa makanan atau lauk pauk dari rumah dan makan bersama WBP di selasar Lapas.
"Tidak ada pembatasan kuota. Ini sebenarnya jadwal kunjungan mereka yang biasanya siang, karena puasa, kita pindahkan sore hari. Ini ada 3 blok yang kita lakukan bukber, waktunya sampai setelah magrib," terang Julianto.
Program buka puasa WBP dan keluarga ini untuk memberikan pelayanan kepada WBP dan keluarga, sekaligus memberikan hak WBP untuk bertemu keluarganya. Foto: Teri/Hi!Pontianak
Sebelum masuk, barang bawaan serta makanan keluarga diperiksa ketat oleh tim khusus, untuk memberikan layanan buka bersama yang aman dan nyaman.
"Ini momen yang sangat religius dan memberikan motivasi mereka agar lebih baik. Insya Allah secara psikologis sedikit banyak tetap ada mereka terasa diperhatikan, dan ini kesempatan mereka untuk tetap berkomunikasi, meski dalam waktu puasa. Ini juga mengurangi beban tekanan batin, karena rata-rata di sinikan hukumannya tinggi-tinggi," paparnya.
Selanjutnya, kata Julianto, pihaknya akan terus menggelar berbagai program agar para WBP dapat terus menjalin silaturahmi dengan keluarga.
"Di kesempatan yang akan datang insya Allah kita akan laksanakan terus dan juga program yang lain untuk pendekatan ini, buka puasa, kemudian di hari raya kita open house untuk mereka, dan kedepannya kita akan buat family gathering dan trobosan lainnya," tukasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar