Mar 11th 2023, 13:56, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Presiden Joko Widodo meninjau panen raya padi dalam kunjungan kerjanya di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (11/3/2023). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pemerintah terus berupaya menjaga agar harga gabah petani tidak turun saat panen raya yang saat ini sedang berlangsung.
Untuk itu, ia telah menginstruksikan Badan Pangan Nasional agar harga gabah segera ditentukan.
"Memang harga gabah harus segera ditentukan, jangan sampai harganya jatuh karena ini panen raya di mana-mana. Ini yang segera nanti akan diumumkan oleh Badan Pangan, sehingga pembelian Bulog menjadi jelas. GKP (Gabah Kering Panen)-nya berapa," kata Jokowi saat panen raya padi di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (11/3).
Jokowi mengungkapkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional sedang menghitung ulang Harga Pokok Pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras. Sehingga harga di tingkat petani, pedagang, dan konsumen seimbang.
Presiden Joko Widodo meninjau panen raya padi dalam kunjungan kerjanya di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (11/3/2023). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi menjelaskan salah satu komponen perhitungannya adalah biaya produksi petani. Ia menegaskan upaya tersebut dilakukan pemerintah agar keuntungan tetap bisa didapatkan oleh para petani dan pedagang.
"Yang sulit pemerintah itu menyeimbangkan harga di petani wajar, artinya dapat keuntungan, harga di pedagang wajar artinya pedagang dapat keuntungan, harga di konsumen, di masyarakat juga wajar. Ini mencari keseimbangan yang seperti itu tidak gampang," terang Jokowi.
Jokowi mewanti-wanti kepada Badan Pangan Nasional untuk melakukan kalkulasi secara tepat. Sehingga harga gabah lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan oleh para petani.
Jokowi memastikan keputusan harga gabah akan segera diumumkan oleh Badan Pangan Nasional. Dengan adanya harga gabah tersebut, Jokowi berharap pembelian dari Bulog menjadi lebih jelas.
"Itu saja yang paling penting. Ini panen raya, kalau enggak dijaga harganya pasti jatuh baik gabahnya maupun berasnya," tutur Jokowi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar