Mar 11th 2023, 14:15, by Rini Friastuti, kumparanNEWS
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (11/3/2023). Foto: BPPTKG/HO/ANTARA
Gunung Merapi kembali erupsi dengan mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu (11/3) siang. Beberapa warga di wilayah Turgo, Purwobinangun, Kecamatan Pakem, mulai turun untuk mengungsi.
"Warga Turgo beberapa sudah pada turun," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro, melalui sambungan telepon.
Para warga rencananya akan mengungsi di SD Sanjaya Tritis.
"Warga di Turi, Tunggularum standby di depan rumah dengan motor masing-masing," katanya.
Dijelaskan Bambang para relawan, TRC BPBD, petugas kepolisian, dan lain sebagainya telah bersiaga di zona radius 9 kilometer dari puncak Merapi.
"Masyarakat jangan panik," katanya.
Sementara itu, Bambang juga memastikan para penambang di lereng Merapi sudah turun. Erupsi juga masih berlangsung menurut Bambang.
"Ini masih berlangsung," katanya.
Sebelumnya, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jateng dan DIY mengeluarkan awan panas guguran siang ini.
"Terjadi awan panas guguran di Merapi tanggal 11 Maret 2023 pukul 12.12 WIB ke arah Kali Bebeng/Krasak," jelas BPPTKG dalam keterangan resminya.
Dijelaskan bahwa erupsi tersebut masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yaitu radius 7 km dari puncak Merapi.
"Saat ini erupsi masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya (jarak 7 km dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak)," jelasnya.
"Arah angin saat ini ke barat, barat laut hingga utara. Masyarakat diimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," katanya.
Wisata Lava Tour Tutup Sementara
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan wisata lava tour di lereng Merapi ditutup sementara setelah Gunung Merapi mengeluarkan erupsi siang hari ini, Sabtu (11/3).
"Wisatawan tutup, close. Bu Kapolsek dan Pak Danramil juga sudah operasi dengan teman-teman untuk (tutup) dulu," kata Bambang melalui sambungan telepon.
Dia menjelaskan wisatawan di lereng Merapi sudah turun. Selain itu, warga di Turgo, Purwobinangun, Kecamatan Pakem beberapa mulai turun untuk mengungsi.
Sebelumnya, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jateng dan DIY mengeluarkan awan panas guguran siang ini, Sabtu (11/4).
"Terjadi awan panas guguran di Merapi tanggal 11 Maret 2023 pukul 12.12 WIB ke arah Kali Bebeng/Krasak," jelas BPPTKG dalam keterangan resminya.
Dijelaskan bahwa erupsi tersebut masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yaitu radius 7 km dari puncak Merapi.
"Saat ini erupsi masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya (jarak 7 km dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak)," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar