Mar 30th 2023, 19:03, by Nur Khafifah, kumparanMOM
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock
Bagi calon ibu baru, proses persalinan mungkin membuatnya bertanya-tanya. Sebab gambaran yang dijelaskan tentang proses persalinan terkadang masih membingungkan. Itulah kenapa terkadang banyak tantangan saat ibu mulai perlu mengejan.
Nah Moms, mengutip Mayo Clinic, ada 3 tahapan utama saat melahirkan. Tahap pertama yakni persalinan awal dan aktif, dimulai dari saat kontraksi hingga serviks menjadi sepenuhnya melebar. Tahap kedua saatnya mengejan hingga bayi dilahirkan, dan tahap ketiga adalah saat mengeluarkan plasenta atau yang kerap disebut sebagai 'melahirkan yang kedua'.
Nah tahap kedua inilah yang terkadang sulit dipahami ibu. Sebab ada kalanya ibu ingin mengejan, namun bidan maupun dokter justru meminta ibu tidak mengejan. Untuk lebih jelasnya simak selengkapnya penjelasan berikut:
Tips Mengejan saat Proses Persalinan
Kapan Harus Mengejan
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock
Menurut perawat persalinan Liesel Teen, BSN, RN dan pendiri Mommy Labor Nurse, mengejan harus terjadi setelah tahap pertama persalinan selesai sepenuhnya dan Anda telah memasuki tahap kedua persalinan – yang berarti serviks (ujung bawah rahim yang terhubung ke vagina) harus melebar 10 sentimeter.
"Jika Anda mengejan sebelum leher rahim Anda benar-benar melebar, ada kemungkinan bahwa tekanan kepala bayi benar-benar dapat menyebabkan leher rahim Anda membengkak, yang dapat membuat bayi lebih sulit untuk dikeluarkan. Jika pembengkakan serviks cukup signifikan, hal itu juga dapat menghambat proses melahirkan secara normal," kata Teen.
Nah sayangnya belum banyak ibu yang memahami bahwa saat leher rahim melebar sepenuhnya, bukan berarti sudah waktunya untuk mulai mengejan.
Cara Mengejan Selama Persalinan
Ilustrasi ibu hamil yang akan melahirkan. Foto: Shutter Stock
Menurut Teen, cara terbaik untuk mengetahui kapan bayi turun ke panggul hingga cukup rendah (yang merupakan tanda untuk mulai mengejan) adalah jumlah tekanan yang Anda rasakan, Moms. "Wanita tanpa bius epidural kemungkinan akan merasakan banyak tekanan di vagina dan rektum karena kepala bayi berada sangat rendah di panggul mereka. Beberapa wanita dengan epidural masih merasakan tekanan, sementara yang lain tidak merasakan banyak," ujar Teen.
Menurut Teen sebetulnya tidak masalah mengejan sebelum merasakan tekanan di vagina. Hanya saja, ibu akan menghabiskan tenaga jauh lebih banyak dan bisa jadi justru memperlama proses persalinan.
Nah setelah tubuh Anda siap untuk mulai mengejan, ada dua teknik yang bisa digunakan.
Mengejan spontan. Metode ini memungkinkan Anda untuk menjadi pemegang kendali, Moms. "Pada dasarnya, Anda mengejan saat merasakan dorongan. Anda mungkin akan mengejan sekitar lima detik, tiga hingga lima kali selama setiap kontraksi," kata Teen.
Mengejan dengan dipandu. Pada metode ini, Anda akan dipandu untuk menahan napas selama enam hingga 10 detik, menahan diri seperti sedang buang air besar, dan mengejan sekitar tiga hingga empat kali setiap kontraksi. Anda mungkin diminta untuk tidak membuat suara apa pun saat mengejan., yang membantu mengarahkan semua energi Anda ke bagian bawah tempat Anda mendorong," kata Teen.
Teen menyarankan ibu yang melahirkan tanpa bius epidural untuk mengejan spontan. Namun semua keputusan kembali pada ibu. Termasuk jika ibu lebih nyaman menggabungkan kedua metode tersebut, tidak masalah juga, kok!
Sedangkan bagi ibu yang dibius epidural, menurut Teens, pergerakannya sedikit lebih terbatas karena 'terkurung' di tempat tidur. Anda dapat mempertimbangkan untuk mendorong dari samping, tangan dan lutut, atau bahkan setengah duduk.
Berapa Lama Durasi Mengejan Sampai Bayi Keluar?
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock
Waktu persalinan setiap ibu berbeda-beda. Namun menurut Teen, rata-rata sekitar 2-3 jam.
"Banyak rumah sakit memiliki batasan berapa lama orang hamil dapat mengejan sebelum operasi caesar direkomendasikan, biasanya sekitar tiga jam," kata Maeva Althaus, doula, pendidik persalinan, dan pendiri Hypnodoula Maeva .
Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, bagi orang tua yang melahirkan pertama kali, setidaknya diizinkan mengejan tiga jam sebelum operasi caesar direkomendasikan, dan setidaknya dua jam untuk orang yang pernah melahirkan sebelumnya.
Teknik Pernapasan Untuk Persalinan
Menurut Althaus, bernapas merupakan bagian penting dari persalinan. "Penting untuk mengambil napas dalam-dalam di sela-sela mengejan. Detak jantung bayi biasanya turun saat Anda mengejan dan kembali naik di sela-sela mengejan. Napas dalam di antara kontraksi sungguh menakjubkan bagi orang tua dan bayi," kata Althaus.
Cara Mengejan Tanpa Merobek Perineum
Ilustrasi vagina atau organ kewanitaan. Foto: JasminkaM/Shutterstock
Mungkin Anda bertanya-tanya, memangnya bisa persalinan normal tanpa merobek perineum (area antara lubang vagina dan anus) yang merupakan jalan lahir bayi? Jawabannya, mungkin kok, Moms! Sehingga Anda bisa terbebas dari jahitan usai melahirkan.
Untuk mencegah robekan perineum, Teen merekomendasikan pijat perineum secara teratur dalam tiga sampai empat minggu menjelang kelahiran. Kemudian gunakan kain hangat di perineum saat mengejan, dan menghindari posisi jongkok saat melahirkan.
Menurut Teen, robekan pada perineum tidak selalu dapat dihindari, dan itu bukanlah tanda bahwa Anda telah melakukan kesalahan selama persalinan. Hal terbaik yang dapat Anda fokuskan adalah memastikan kesehatan dan keselamatan Anda, serta kesehatan dan keselamatan bayi Anda, diperhatikan dari awal hingga akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar