Feb 5th 2023, 19:04, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO
Impor minyak sawit India di bulan Januari 2023 turun 31 persen dari bulan Desember 2022, ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Reuters melaporkan, kondisi tersebut disebabkan terpangkasnya diskon harga minyak sawit, sehingga mendorong pengusaha beralih dan meningkatkan pembelian minyak kedelai dan minyak bunga matahari dibandingkan minyak sawit.
"Pengurangan impor minyak sawit oleh India, importir minyak nabati terbesar di dunia, dapat membebani harga minyak sawit Malaysia tetapi mendukung minyak kedelai dan membantu Rusia dan Ukraina menurunkan stok minyak matahari mereka," tulis Reuters dikutip Minggu (5/2).
Lima perusahaan asal India memperkirakan, impor minyak sawit India pada Januari 2023 turun menjadi 770.000 ton, terendah sejak Juli 2022.
"Diskon minyak kelapa sawit turun. Pembeli beralih ke minyak kedelai dan minyak bunga matahari," kata Kepala Eksekutif Sunvin Group, Sandeep Bajoria.
Diskon minyak kelapa sawit bagi importir telah menyusut menjadi kurang dari USD 300 per ton, dari setinggi USD 500 pada Desember lalu.
Adapun India kini sedang memeriksa apakah ada kebutuhan untuk menaikkan pajak impor minyak sawit. Menurut sumber pemerintah, pertimbangan tersebut sebagai bagian dari upaya negara importir minyak nabati terbesar dunia ini untuk membantu jutaan petaninya yang kesulitan akibat harga biji minyak yang lebih rendah.
"Kami sedang melalui proposal untuk mengembalikan bea masuk kelapa sawit mentah dan menaikkan bea RBD (Refined, Bleached, Deodorized). Kami akan tetap memperhatikan kepentingan petani dan konsumen," kata sumber pemerintah yang tidak ingin disebutkan namanya, dikutip dari Reuters.
Pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (26/4/2022). Foto: Makna Zaezar/Antara Foto
Pangkas Impor Sawit dari Indonesia
Sebagai importir terbesar minyak nabati, India menjadi langganan impor minyak sawit Indonesia. Namun, India kini mulai mengurangi ketergantungan impor mereka.
Pada November 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan ekspor komoditas unggulan Indonesia salah satunya adalah minyak sawit.
"Untuk komoditas minyak kelapa sawit serta batu bara disebabkan karena penurunan volume, sedangkan gas alam disebabkan karena penurunan harga di tingkat global," kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah saat konferensi pers, Kamis (15/12/2022).
Ekspor komoditas golongan lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) pada bulan November lalu anjlok USD 577,6 juta dibanding Oktober 2022. Penurunan ekspor komoditas non migas terbesar terjadi di pasar India, yakni pada November lalu tercatat terpangkas USD 501,4 juta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar