Feb 11th 2023, 13:27, by Melly Meiliani, kumparanNEWS
Di sebuah pemakaman di kota Jandaris yang dilanda gempa di Suriah, para sukarelawan menggali kuburan massal pada hari Jumat (10/2) untuk banyak korban tanpa identitas yang tewas akibat gempa bumi. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERSMembangun kuburan menggunakan balok semen dan marmer, mereka meletakkan korban di tempat peristirahatan terakhir mereka. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERSSalah satu relawan mengatakan mereka telah menguburkan sekitar 50 mayat setiap hari selama tiga hari terakhir. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS"Kami datang di pagi hari dan mulai menggali, membantu masyarakat. Kami berdoa bagi siapa pun yang datang dan menguburkan mereka," kata Jihed Ahmed Ibrahim Foto: Mahmoud Hassano/REUTERSKorban tewas yang dikonfirmasi mencapai lebih dari 23.700 jiwa, di seluruh Turki selatan dan Suriah barat laut empat hari setelah gempa itu melanda. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERSKuburan massal untuk para korban, setelah gempa mematikan, di kota Jandaris yang dikuasai pemberontak, Suriah, Jumat (10/2/2023). Foto: Mahmoud Hassano/REUTERSKuburan massal untuk para korban, setelah gempa mematikan, di kota Jandaris yang dikuasai pemberontak, Suriah, Jumat (10/2/2023). Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Di sebuah pemakaman di kota Jandaris yang dilanda gempa di Suriah, para sukarelawan menggali kuburan massal pada hari Jumat (10/2) untuk para korban tanpa identitas.
Kuburan massal itu dibangun menggunakan balok semen dan marmer. Seorang relawan mengatakan, mereka telah menguburkan sekitar 50 jenazah setiap hari selama tiga hari terakhir.
"Kami datang di pagi hari dan mulai menggali, membantu masyarakat. Kami berdoa bagi siapa pun yang datang dan menguburkan mereka," kata Jihed Ahmed Ibrahim, pengungsi Suriah dari Aleppo yang tinggal di sebuah kamp di kota Azaz.
Korban tewas yang dikonfirmasi mencapai lebih dari 23.700 jiwa, di seluruh Turki selatan dan Suriah barat laut empat hari setelah gempa itu melanda.
Relawan menyiapkan kuburan untuk para korban, setelah gempa mematikan, di kota Jandaris yang dikuasai pemberontak, Suriah, Jumat (10/2/2023). Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar