Search This Blog

Kronologi Perkenalan Ecky Listiyanto dengan Angela hingga Berakhir Dimutilasi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kronologi Perkenalan Ecky Listiyanto dengan Angela hingga Berakhir Dimutilasi
Jan 7th 2023, 17:18, by Mirsan Simamora, kumparanNEWS

M Ecky Listiantho (34) tersangka pembunuh Angela Hindriati. Foto: Dok. Istimewa
M Ecky Listiantho (34) tersangka pembunuh Angela Hindriati. Foto: Dok. Istimewa

Polisian telah menetapkan M Ecky Listiyanto (34) atas kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Angela Hindriati Wahyuningsih (54). Dari hasil pemeriksaan, ternyata motif pembunuhan karena pelaku kesal korban mendesaknya untuk menikah.

"Korban meminta dinikahi. Tapi pelaku sudah punya istri," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa Fiardy Marasabessy saat dihubungi, Sabtu (7/1).

Dihubungi terpisah, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Tomy Tohar Haryono menuturkan korban kenal dengan tersangka dari forum Kaskus pada 2018.

"Awal mula berkenalan di forum berkebun Kaskus tahun 2018 kemudian lanjut komunikasi lewat HP karena di forum Kaskus pelaku meminta nomer korban," ujarnya.

M Ecky Listiyanto (34) tersangka kasus mutilasi Angela Hindriati Wahyuningsi. Foto: Dok. Istimewa
M Ecky Listiyanto (34) tersangka kasus mutilasi Angela Hindriati Wahyuningsi. Foto: Dok. Istimewa

Berikut kronologi perkenalan Angle dengan Ecky yang berakhir tragis berdasarkan data kepolisian:

2018

Perkenalan mereka berawal dari forum berkebun di website Kaskus. Korban saat itu menawarkan projek pembuatan sayur hidroponik milik tempatnya bekerja. Kebetulan korban bekerja di perusahaan supermarket. Mereka kemudian bertukar nomor ponsel.

"2018 berkenalan dengan korban di forum Kaskus website Kaskus. Kemudian di forum itu sempat bertukaran nomor HP antara pelaku dan korban. Korban ada menawarkan projek hidroponik," kata Kompol Tommy.

17 Agustus 2018

Korban dan pelaku untuk kali pertama bertemu membahas projek hidroponik tersebut. Mereka bertemu di Kuningan City Mal.

"Kemudian 17 Agustus 2018 pelaku pertama kali dengan korban di Kuningan City Mal di sana mereka membahas kebun hidroponik yang akan kerja sama dengan Superindo. Kebetulan korban bekerja di Superindo," sambung Tommy.

Januari 2019

Korban kemudian mengundang pelaku dalam peringatan 1 tahun meninggalnya anak korban yang jatuh dari apartemen di Taman Rasuna Said. Saat itu, korban menawarkan apartemen miliknya kepada pelaku. Apartemen itu merupakan lokasi jatuhnya anak korban pada 20 Mei.

"Kita lanjut lagi ke 2019, berlanjut ini pas Mei 2019 korban mengundang pelaku dalam peringatan 1 tahun meninggal anak korban," jelas Tommy.

12 Juni 2019

Angela Hindriati Wahyuningsih (54) wanita yang termutilasi di kamar kos Bekasi. Foto: Instagram @shineatie
Angela Hindriati Wahyuningsih (54) wanita yang termutilasi di kamar kos Bekasi. Foto: Instagram @shineatie

Keduanya pun sepakat terkait jual beli apartemen. Pelaku membeli apartemen milik korban dan serah terima kunci pun dilakukan. Namun, belum sampai pada balik nama.

28 Juni 2019

Korban ditugaskan perusahaannya berangkat ke Bandung. Namun, korban malah mengirimkan surat pengunduran diri. Setelah itu, korban tak pernah lagi muncul dan mengabari keluarganya.

"Jadi korban ini sempat diutus Superindo ke Bandung. Setelah dari Bandung, korban tak balik lagi dan malah mengundurkan diri ke Superindo," ujar Tommy.

Juli 2019

Keluarga korban membuat laporan orang hilang ke Polda Jawa Barat. Dalam laporannya, korban hilang di salah satu hotel di Bandung.

Laporan orang hilang ini sempat heboh saat itu. Keluarga korban dan mantan suaminya juga mencari keberadaan korban. Namun tak ada hasil.

Mereka kemudian diarahkan pihak perusahaan Superindo untuk menghubungi pelaku yang sempat menggarap proyek hidroponik.

"Bahkan pihak Superindo pada saat mencari menunjuk ke laki-laki atas nama pelaku. Pada saat disamperin [pelaku mengaku] enggak tahu keberadaan korban," ujarnya.

Menurut polisi, saat korban hilang tak ada hubungan spesial dengan pelaku. Keduanya masih sebatas hubungan kerja.

"Waktu itu belum ada hubungan pacaran pelaku dengan korban, tapi sering komunikasi," katanya.

Mei 2020

Pelaku sempat menghubungi korban untuk mengurus balik nama kepemilikan apartemen. Namun, korban tak bisa dihubungi. Pelaku lalu mengurus balik nama ke notaris dan masuk persidangan pada Mei 2021.

"Dia menempuh langkah hukum ke notaris dan mengirimkan somasi mengajukan penetapan pengadilan Mei 2020. Pada saat Mei 2021, akhirnya disahkan atas nama pelaku," beber polisi.

Suasana kontrakan M Ecky Listiyanto tempat menyimpan jasad Angela Hindriati Wahyuningsi di kawasan Tambun, Bekasi, Sabtu (7/1/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Suasana kontrakan M Ecky Listiyanto tempat menyimpan jasad Angela Hindriati Wahyuningsi di kawasan Tambun, Bekasi, Sabtu (7/1/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Juli 2021

Korban menghubungi pelaku dan mengajak ketemuan di Apartemen Kalibata City. Ternyata sejak dinyatakan hilang di hotel di Bandung, korban sembunyi di apartemen Kalibata.

Dalam pertemuan itu, korban dan pelaku terlibat hubungan suami istri. Mereka juga membangun hubungan spesial dan semakin intens berkomunikasi.

"Belum tahu (keluarga soal keberadaan korban). Kemudian mereka berhubunganlah percintaan di Kalibata City," jelas polisi.

2 November 2021

Pukul 11.00 WIB

Korban menghubungi pelaku, meminta alamat kosan pelaku. Keduanya lalu bertemu. Saat itu, korban mendesak pelaku menikahinya. Namun, pelaku tak mau karena sudah beristri.

Dalam pertemuan itu, korban marah dan mengancam pelaku membeberkan perselingkuhan mereka. Pelaku tak terima hingga mencekik korban yang mengakibatkan tak bernyawa.

Melihat hal itu pelaku panik. Dia lalu membeli kopi untuk menyamarkan bau mayat korban di dalam kamar. Selama dua hari pelaku tak kembali ke kosannya dan tinggal di rumah bersama keluarganya.

Beberapa minggu kemudian, pelaku kembali ke kos tersebut. Dia sudah mempersiapkan alat mutilasi berupa gergaji listrik, plastik, dan boks kontainer.

"Kemudian tiga hari kemudian datang ke kosan itu jasad berair, dilap pelaku, dicoba masuk boks. Akhirnya dibeli plastik dan gergaji habis itu dimutilasi. Ditaruh kontainer," ujar Tommy.

Desember 2022

Jumat 30 Desember

Jumat (30/12) sekitar pukul 03.23 WIB, mayat korban ditemukan kepolisian. Kebetulan saat itu polisi sedang mencari pelaku yang sempat dinyatakan hilang.

Saat itu, polisi langsung mengamankan pelaku bersama teman wanitanya.

Media files:
01gp3427q6jp2vtqsg3mbwmbj7.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar