Sejumlah pengungsi Rohingya kembali terdampar di Aceh. Kali ini mereka mendarat di pesisir pantai Gampong Ujong Pie, Kabupaten Pidie, Senin (26/12/2022) sore. Foto: Dok. Polda Aceh
Sebanyak 174 pengungsi Rohingya di Laweung, Kecamatan Muara Tiga, pindah ke gedung bekas panti sosial di Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Aceh. Pemindahan dilakukan pada Ahad (1/1/2023) sekitar pukul 13.00 WIB. "Sudah [dipindahkan] ke Padang Tiji di Minaraya, dulu yayasan penampungan anak yatim. Sekarang, sudah 8 tahun, kosong," kata Kepala Dinas Sosial Pidie Muslim, kepada acehkini, Ahad malam. Rencana awal lokasi baru pengungsi itu sebuah sekolah di Blang Paseh, Kota Sigli. Tapi urung dibawa ke sana karena warga setempat menolak pengungsi tanpa kewarganegaraan itu. "Masyarakat tempel spanduk bahwa tidak menerima pengungsi Rohingya," ujarnya.
Bangunan bekas panti sosial itu aset Dinas Sosial Pidie. Fasilitas di sana lengkap. Tempat itu juga bakal dipagar dengan seng agar akses keluar masuk terpantau. "Nanti akan ketat (pengamanan)," tutur Muslim. Muslim tidak tahu pasti sampai kapan pengungsi Rohingya tinggal di sana. Dinas Sosial Pidie akan bersurat ke Jakarta meminta segera membawa pengungsi itu ke lokasi penampungan seharusnya. Saat ini peran Dinas Sosial Pidie sebatas memfasilitasi tempat. "Hari pertama, makanan dan semua kegiatan ditanggung Dinas Sosial. Hari kedua sampai mereka pindah itu ditanggung NGO," kata Muslim. Pengungsi terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak ini terdampar di Pantai Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, pada Senin (26/12/2022) sore. Kapal kayu membawa mereka dari Bangladesh rusak mesin dan terseret angin ke perairan Aceh. Kedatangan pengungsi Rohingya di Pidie ini kedua kalinya dalam sepekan terakhir. Pada Ahad (25/12) lalu, 57 pengungsi Rohingya terdampar di Ladong, Aceh Besar. Mereka kini berada di bangunan milik Dinas Sosial Aceh di Ladong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar