Search This Blog

Pramono Dorong PAM Jaya IPO 2027, Kepemilikan Publik Maksimal 30 Persen

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pramono Dorong PAM Jaya IPO 2027, Kepemilikan Publik Maksimal 30 Persen
Jan 8th 2026, 10:53 by kumparanNEWS

Gubernur Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan pers usai melakukan groundbreaking pembangunan gedung sentra layanan PAM Jaya di Pejompongan, Jakarta pada Kamis (8/1/2026).  Foto: Luthfi Humam/kumparan
Gubernur Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan pers usai melakukan groundbreaking pembangunan gedung sentra layanan PAM Jaya di Pejompongan, Jakarta pada Kamis (8/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, melakukan groundbreaking pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya, pada Kamis (8/1).

Pramono mengungkapkan, dirinya mendorong PAM Jaya melantai di bursa saham atau melakukan Initial Public Offering (IPO) di tahun 2027.

Ia menyebut, hal itu dilakukan karena ingin PAM Jaya menjadi perusahaan yang lebih baik, apalagi statusnya saat ini telah berubah dari semula Perusahaan Umum (Perum) menjadi Perseroda (Perusahaan Perseroan Daerah).

"Terus terang saya yang akan mendorong PAM JAYA ini untuk IPO. Kenapa IPO? Saudara-saudara sekalian, air di Jakarta ini sudah diurus puluhan tahun oleh swasta, enggak pernah benar," ujar Pramono di Kantor PAM Jaya Pejompongan, Jakarta Pusat.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memberikan sambutan pada acara groundbreaking pembangunan gedung sentra pelayanan PAM Jaya, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memberikan sambutan pada acara groundbreaking pembangunan gedung sentra pelayanan PAM Jaya, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Meski begitu, Pramono mengungkapkan mayoritas kepemilikan harus tetap dipegang PAM Jaya. Sebab ia menilai PAM Jaya sebagai perusahaan penyedia air minum tak hanya untuk mendapatkan untung, tapi juga harus melayani masyarakat Jakarta.

"Kenapa tidak boleh lebih dari 30 persen? Supaya kontrol kewenangannya tetap di kita, karena air ini filosofinya memang untuk kebutuhan masyarakat, apalagi air di Jakarta mungkin berbeda dengan air di tempat-tempat lain yang diolah dari sungai kebanyakan mayoritas," paparnya.

Politisi senior PDIP itu merasa optimistis dengan masa depan PAM Jaya. Ia menyoroti kinerja mengungkapkan bahwa tak selamanya perusahaan yang dikelola pemerintah akan kalah dari perusahaan swasta.

"Air di Jakarta ini sudah diurus puluhan tahun oleh swasta, enggak pernah benar. Jadi belum tentu bahwa yang namanya BUMN, BUMD itu kalah sama swasta," ucapnya.

Cakupan layanan air di Jakarta hingga akhir 2025 telah mencapai lebih dari 80 persen. Pramono menargetkan persiapan IPO dapat dilakukan pada tahun 2026 dan terealisasi maksimal pada tahun 2027.

Dengan masuknya dana dari IPO, ia yakin PAM Jaya akan menjadi perusahaan yang sangat sehat dan mampu mencapai target 100 persen layanan pada 2029.

"Mudah-mudahan di tahun 2026 kita persiapkan secara baik, maksimum 2027 kalau bisa IPO 30 persen. Saya yakin PAM JAYA akan menjadi perusahaan yang sangat-sangat sehat sekali," pungkasnya.

Media files:
01kedsp9s0hx3gptpmw927zxkp.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar