Demonstran anti-rezim Iran mengibarkan bendera Iran sebelum revolusi 1979 dengan lambang Singa dan Matahari di luar Kedutaan Besar Iran, London, Jumat (9/1/2026). Foto: HENRY NICHOLLS / AFP
Gelombang protes anti-pemerintah yang melanda Iran sejak akhir Desember 2025 bukan hanya soal ekonomi dan kebebasan sipil — tetapi kini juga dibumbui simbol sejarah: bendera era lion and sun.
Belakangan ini, bendera ini makin sering terlihat di tangan demonstran di jalan-jalan Iran maupun di aksi solidaritas luar negeri.
Bendera Singa–Matahari: Simbol Iran Pra-1979
Sebelum Revolusi Islam 1979, Iran menggunakan bendera bergambar singa memegang pedang di depan matahari di tengah tricolor hijau-putih-merah.
Informasi yang dikumpulkan kumparan, simbol ini sudah dipakai berabad-abad sebagai identitas nasional Persia: singa melambangkan kekuatan dan keberanian; matahari melambangkan pencerahan dan kehidupan.
Bendera itu menjadi lambang negara modern Iran di bawah Dinasti Pahlavi hingga revolusi menggulingkan monarki.
Sejumlah warga Iran membentangkan bendera saat merayakan serangan Iran ke pangakalan Militer Amerika Serikat (AS) di Qatar di Teheran, Iran, Senin (23/6/2025). Foto: WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Bendera Baru Setelah Revolusi: Republik Islam
Setelah Revolusi Islam 1979 yang dipimpin Khomeini dari pengasingan di luar negeri, Iran mengganti benderanya. Lambang singa–matahari dihapus dan diganti simbol "Allah" bergaya kaligrafi di tengah bendera, dengan tulisan Allahu Akbar berulang di bagian tepi.
Perubahan ini menandai pergeseran besar: dari negara monarki nasional menjadi republik Islam teokratis — agama menjadi dasar utama kekuasaan.
Pewaris Takhta Monarki Iran, Reza Pahlavi, yang hidup di pengasingan di AS setelah Iran dikuasai rezim Khomeini. Foto: AFP/ PIERRE VERDY
Protes & Makna Kembalinya Simbol Lama
Dalam protes terbaru, kemunculan bendera singa–matahari dipahami sebagai bahasa perlawanan.
The Guardian mencatat, banyak demonstran memakai simbol pra-revolusi bukan karena rindu pada masa Shah atau mengembalikan era monarki, tetapi karena ingin "menunjukkan penolakan total terhadap sistem yang ada sekarang."
Bahkan di London, Inggris, AFP melaporkan seorang demonstran sempat mengganti bendera resmi Iran di kedutaan dengan bendera lion and sun dalam aksi solidaritas terhadap protes di Iran.
Bendera lama itu juga muncul di media sosial setelah platform X mengganti emoji bendera Iran menjadi versi lion and sun atas permintaan netizen.
Karena perubahan ini bersifat sistemik pada platform, emoji di akun-akun resmi pemerintah Iran dan media pemerintah secara otomatis ikut berubah menjadi simbol lion and sun di tampilan web X.
Seorang wanita memegang papan bertuliskan pesan saat para demonstran berjalan menuju kedutaan Iran dalam sebuah unjuk rasa mendukung protes nasional di Iran, di London, Inggris, 11 Januari 2026. Foto: REUTERS/Isabel Infantes
Pesan dari Reza Pahlavi
Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Iran yang kini berada di pengasingan di negara AS, memposisikan simbol tersebut sebagai representasi aspirasi perubahan politik.
"Waktu telah tiba, kedutaan dan perwakilan Iran di seluruh dunia harus dihiasi dengan bendera nasional Iran, menggantikan bendera Republik Islam yang memalukan," ujar Pahlavi yang sering membuat unggahan di medsos.
Pahlavi, seperti dikutip Reuters, menegaskan simbol itu adalah cara melihat "identitas nasional" yang berbeda dari rezim yang berkuasa.
Seorang demonstran memegang foto Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang terbakar, selama protes dukungan terhadap rakyat Iran di luar Downing Street, di London, Inggris, 11 Januari 2026. Foto: REUTERS/Chris J Ratcliffe
Dalam Konteks Protes Iran 2025–2026
Protes di Iran yang dimulai dari kekhawatiran ekonomi dan inflasi tinggi telah berubah menjadi perlawanan luas terhadap rezim. Demonstran tidak hanya menuntut reformasi, tetapi juga mempertanyakan legitimasi struktur kekuasaan saat ini.
The Guardian melaporkan, sebagian demonstran melihat era pra-1979 sebagai "representasi Iran yang lebih sekuler dan terbuka, meski tetap menyadari problem di masa monarki."
Dalam suasana itu, bendera singa–matahari dipakai bukan sekadar nostalgia monarki, melainkan sebagai simbol bahwa rakyat ingin masa depan baru bagi Iran, yang dipimpin oleh aspirasi bukan dogma teokratis.
AS dan Israel di Balik Demo Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Iran, Ayatulloh Ali Khamenei. Foto: Reuters, AFP
Sementara itu, Iran menuding peran AS dan Israel di balik demo yang mengguncang di negaranya.
"Musuh kita tidak memahami Iran. Dulu, AS gagal akibat perencanaan mereka yang keliru. Saat ini pun, siasat mereka yang keliru akan membuat mereka gagal lagi," kata Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Iran, di akun X, pada 9 Januari 2026.
"Insyaallah, Tuhan akan menghadirkan perasaan kemenangan ke dalam hati seluruh rakyat Iran dalam waktu yang sangat dekat," lanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar