Jan 12th 2026, 11:00 by Muhammad Fadhlansyah Nasution
Ilustrasi Gen Z sedang berjalan di suatu kompleks perumahan. Sumber: Freepik
Bagi banyak Gen-Z, punya rumah sendiri seringkali terasa seperti mimpi di siang bolong. Gaji yang pas-pasan beradu dengan harga properti yang terus meroket bikin tabungan DP rasanya nggak pernah cukup.
Tapi tunggu dulu, jangan menyerah sekarang. Tahun 2026 justru bisa menjadi tahun keberuntungan kamu. Pemerintah baru saja merilis dua "senjata" fiskal sakti: PMK 90/2025 dan PMK 105/2025.
Dua aturan ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi stimulus nyata yang bisa bikin kantong kamu lebih tebal dan harga rumah impian jadi jauh lebih miring. Penasaran caranya? Yuk, bedah strateginya!
1. PMK 90/2025: Diskon Pajak Rumah 100% Sepanjang Tahun!
Bayangkan kamu sedang melirik rumah seharga Rp1 miliar. Biasanya, ada Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% atau sekitar Rp110 juta yang harus kamu bayar. Angka itu setara dengan harga satu unit mobil atau modal nikah, kan?
Nah, lewat PMK 90/2025, pemerintah resmi menanggung PPN tersebut alias PPN DTP sebesar 100% untuk sepanjang tahun 2026. Kamu bisa berhemat ratusan juta rupiah secara instan!
Apa syaratnya buat Gen-Z?
Rumah Baru: Harus unit baru dan siap huni, bukan rumah second.
Harga Maksimal: Berlaku untuk rumah atau apartemen dengan harga hingga Rp5 miliar. Namun, ingat, pajak yang ditanggung maksimal hanya untuk bagian harga sampai Rp2 miliar.
Satu Orang Satu Unit: Fasilitas ini hanya boleh dipakai satu kali untuk satu orang.
Ini adalah kesempatan emas karena berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diskonnya sering dipangkas di tengah tahun, kali ini pemerintah memberikannya penuh 100% dari Januari sampai Desember 2026.
2. PMK 105/2025: Gaji Full Tanpa Potongan buat Tambahan DP
Banyak Gen-Z bekerja di sektor kreatif, pariwisata, atau industri fashion. Jika kamu salah satunya, PMK 105/2025 adalah berita paling membahagiakan. Pemerintah memberikan insentif PPh 21 DTP untuk pekerja di sektor pariwisata dan industri padat karya.
Artinya apa? Pajak penghasilan yang biasanya memotong gaji bulananmu kini akan dikembalikan secara tunai oleh perusahaan.
Jika gaji kamu maksimal Rp10 juta per bulan, kamu berhak mendapatkan uang pajak ini kembali utuh ke rekeningmu. Tambahan take home pay ini bisa kamu kumpulkan untuk menambah biaya akad atau DP rumah. Ingat, uang ini harus dibayar tunai oleh kantormu, tidak boleh ditahan.
Ilustrasi Gen Z yang sedang memimpikan rumah pertama idamannya. Sumber: Freepik
3. Strategi 'Gercep' Agar Tidak Gagal Dapat Diskon
Jangan asal pesan rumah! Ada beberapa jebakan administratif yang bisa membuat fasilitas diskon pajak kamu hangus. Simak langkah taktisnya:
Jangan Bayar DP Sebelum 2026: Ini poin krusial. Jika kamu membayar uang muka atau cicilan pertama sebelum 1 Januari 2026, kamu otomatis gugur dari fasilitas PPN DTP 2026. Sabar sebentar, jadwalkan pembayaran pertamamu di awal Januari.
Cek Kode Identitas Rumah: Pastikan rumah yang kamu incar sudah punya "Kode Identitas Rumah" dari aplikasi SIKUMBANG atau BP Tapera. Tanpa kode ini, developer tidak bisa menerbitkan faktur pajak diskon buat kamu.
Jangan Dijual Cepat: Setelah beli, rumah itu tidak boleh dipindahtangankan atau dijual kembali dalam waktu satu tahun sejak serah terima.
4. Persiapan SPT Tahun Depan: Simpan Bukti Potongmu!
Sebagai warga negara yang baik, kamu tetap harus lapor SPT Tahunan. Tenang, uang pajak yang dikembalikan secara tunai lewat PMK 105/2025 tadi bukan objek pajak tambahan.
Saat lapor SPT di tahun 2027 nanti, masukkan jumlah PPh 21 DTP tersebut ke kolom "Penghasilan yang Tidak Termasuk Objek Pajak". Pastikan juga NIK kamu sudah terintegrasi sebagai NPWP agar semua proses administrasi berjalan mulus.
2026 Adalah Tahunnya Gen-Z Punya Properti
Melihat agresifnya stimulus ini, tahun 2026 adalah momentum langka yang harus dimanfaatkan. Pemerintah sedang "membayari" pajak rumahmu dan memberikan tambahan modal tunai lewat pengembalian pajak gaji. Tidak ada alasan lagi untuk menunda rencana besar ini.
Kombinasi antara PPN DTP dan PPh 21 DTP adalah cara pemerintah memastikan Gen-Z tidak hanya jadi penonton di pasar properti, tapi juga jadi pemilik sah. Optimis saja, dengan perencanaan pajak yang cerdas, kunci rumah pertama bisa ada di tanganmu tahun depan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar