Search This Blog

Aurelie Moeremans Ungkap Alasan Angkat Kisahnya soal Jadi Korban Grooming

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Aurelie Moeremans Ungkap Alasan Angkat Kisahnya soal Jadi Korban Grooming
Jan 11th 2026, 17:01 by kumparanHITS

Vino G Bastian bersama Aurelie Moeremans dan sejumlah pemain film Babby Blues di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Foto: Roni Kuncoro/kumparan
Vino G Bastian bersama Aurelie Moeremans dan sejumlah pemain film Babby Blues di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Foto: Roni Kuncoro/kumparan

Aurelie Moeremans mengungkapkan alasannya mengangkat kisahnya soal menjadi korban grooming saat berusia 15 tahun lewat buku Broken Strings.

Menurut Aurelie Moeremans, hal itu tidak terlepas dari dukungan sang suami, Tyler Bigenho.

"Tyler meyakinkan bahwa ceritaku bisa menyelamatkan dan menyadarkan banyak orang. Itu yang akhirnya membuatku berani," kata Aurelie kepada kumparan, Minggu (11/1).

Aurélie Moeremans Foto: Munady Widjaja
Aurélie Moeremans Foto: Munady Widjaja

Aurelie Moeremans mengatakan bahwa dirinya punya hobi menulis dan memiliki banyak cerita yang tidak pernah dirilis.

Perempuan 32 tahun itu awalnya menulis Broken Strings karena murni untuk kepentingan dirinya sendiri.

"Seperti diary untuk healing. Sama sekali tidak terpikir untuk diterbitkan," tutur Aurelie.

Namun, pemain film Story of Kale ini memutuskan untuk merilis buku tersebut setelah mendengar tanggapan dari suaminya.

"Tapi setelah dibaca suamiku, Tyler, dia bilang ini jangan disimpan sendiri, ini harus dibagikan karena bisa membantu banyak "Aurelie kecil" di luar sana," ucap Aurelie.

Aurelie Moeremans dan kekasihnya. Foto: Instagram/@aurelie
Aurelie Moeremans dan kekasihnya. Foto: Instagram/@aurelie

Aurelie Moeremans soal Pembuatan Buku Broken Strings

Lebih lanjut, Aurelie mengungkapkan alasan dirinya memberikan judul bukunya Broken Strings.

"Broken Strings berarti tali-tali boneka yang akhirnya putus, simbol aku yang lepas dari kontrol dan manipulasi abuserku," ungkapnya.

Proses pembuatan buku Broken Strings, menurut Aurelie, berlangsung sangat cepat. Ia begitu emosional saat menulis cerita dalam buku itu.

"Sangat cepat dan sangat emosional. Aku menulisnya di trimester pertama kehamilanku, lalu di trimester kedua versi bahasa Inggris sudah dirilis," kata Aurelie.

Aurelie kemudian merilis buku Broken Strings dalam versi bahasa Indonesia karena respons luar biasa dari pembaca.

"Karena responsnya luar biasa dan banyak permintaan versi Indonesia, aku menerjemahkannya hanya dalam 3-4 hari," ucap Aurelie.

Media files:
q1o5gtkyrynnsygrzh1g.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar