Petugas gabungan mencari korban yang tertimbun tanah longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/12/2025). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung resmi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor setelah bencana alam tersebut melanda belasan kecamatan sejak 3-4 Desember 2025.
Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Bandung Nomor 300.2.1/KEP.731-BPBD/2025 tentang Status Tanggap Darurat.
Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna mengatakan, keputusan tersebut berlaku mulai 5 hingga 14 Desember 2025.
"Sekarang bukan hanya di sini (Arjasari), ada beberapa titik longsor dan banjir yang berkaitan dengan status tanggap darurat. Kita sudah mengeluarkan SK mulai 5 sampai 14 Desember," ujarnya saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (6/12).
Petugas gabungan membawa peralatan untuk pencarian korban yang tertimbun tanah longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/12/2025). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Dadang mengatakan, seluruh personel pemerintah daerah termasuk kepala OPD, Forkopimda, hingga camat, diminta untuk siaga penuh.
"Seluruh kepala OPD harus bergerak bersama Forkopimda. Basarnas dan pihak provinsi juga sudah berkoordinasi, Pak Gubernur tadi menelepon dan akan mengirim perwakilan untuk membantu di Arjasari," kata dia.
Ia menambahkan, 15 kecamatan masuk dalam cakupan status tanggap darurat tersebut.
"Semua camat wajib piket siaga satu. Mereka harus berada di wilayah masing-masing sehingga informasi bisa terkoordinasi cepat melalui grup WhatsApp," tegasnya.
Foto udara suasana kawasan yang terkena bencana longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/12/2025). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Selama masa tanggap darurat, Pemkab Bandung menyalurkan bantuan logistik, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya.
"Pemberian bantuan terus dilakukan. Dapur umum menggunakan anggaran Dinas Sosial, sementara sembako ditangani Dinas Pangan. BPBD menyiapkan logistik dan asesmen, dan Disperkimtan mempersiapkan penanganan pascabencana," ujar Dadang.
Ia juga menyampaikan beberapa wilayah yang terdampak banjir telah masuk anggaran 2026 untuk perbaikan.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, mengingatkan warga agar tetap waspada. Ia mengatakan, BMKG memprediksi wilayah Bandung Raya masih berpotensi hujan sedang hingga sangat lebat pada akhir pekan ini.
Petugas gabungan mencari korban yang tertimbun tanah longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/12/2025). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
"Kita imbau masyarakat agar waspada terhadap kondisi cuaca ini," katanya.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung sejak Kamis (4/12) malam memicu banjir dan longsor di sejumlah kecamatan. Namun hujan kembali terjadi pada Jumat (5/12) hingga kembali membuat area yang sebelumnya surut kembali banjir.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung pada Jumat (5/12), sedikitnya belasan kecamatan terdampak, dengan total ribuan kepala keluarga terendam dan puluhan warga terpaksa mengungsi.
Di antaranya longsor terjadi di Kampung Pasirmulya, Kecamatan Pangalengan. Akibatnya, dua rumah milik warga tertimbun material longsor. Longsor dan tembok penahan tanah (TPT) pun terjadi di Kampung Pasirkaliki, Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang. Dua rumah milik warga pun tertimbun material longsor.
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat dimintai keterangan terkait asap tebal akibat pembakaran sampah di TPS Sukamukti, Katapang, Kabupaten Bandung yang menyebabkan 15 anak terkena ISPA di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (24/6) . Foto: kumparan
Selain itu, di Kampung Pasirkaliki terjadi banjir merendam pemukiman warga. Di Kampung Cimonce, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, longsor menimpa dinding rumah warga. Banjir pun terjadi di Kampung Jelekong, Kampung Pasirkaliki dan Kampung Cipendeuy, termasuk di Desa Cingcin Soreang menyebabkan puluhan rumah terendam banjir.
Di Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, ratusan rumah terendam banjir. Di Kampung Kawung Luwuk, Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang terjadi longsor dan 5 rumah terdampak.
Longsor pun terjadi di Kampung Leweung Datar, Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang. Banjir terjadi di Kampung Kamasan, Desa Kamasan, dan Kampung Margahurip, Desa Margahurip Kecamatan Banjaran.
Di Kampung Cibedug Hilir dan Kampung Cibedug Girang, Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot terjadi banjir. Kampung Bojongasih, dan Desa Citereup Kecamatan Dayeuhkolot terjadi banjir menyebabkan ribuan rumah terendam banjir.
Di Kampung Ciseeng, Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung terjadi longsor hingga belasan rumah terdampak. Longsor pun terjadi di Kecamatan Pasirjambu sedangkan banjir terjadi di Kampung Babakan Desa Margarahayu, Kecamatan Margaasih.
Banjir terjadi di Kampung Sukamukti, Kecamatan Katapang. Longsor terjadi di Kampung Puncak Mulya, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari. Banjir di Kecamatan Pameungpeuk dan longsor terjadi di Kecamatan Ciwidey. Belasan rumah terdampak.
Selain itu di Kecamatan Baleendah ribuan rumah terendam banjir dan sebagian akses jalan tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar