Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Kabinet Gedung Putih, Washington, D.C., AS, Senin (20/10/2025). Foto: Kevin Lamarque/Reuters
Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menghentikan perdagangan narkoba Venezuela melalui operasi darat. Hal itu akan dilakukan segera.
Pernyataan Trump itu disampaikan di tengah ketegangan dengan pihak Venezuela. Pihak Venezuela mengeklaim apa yang dilakukan oleh Trump itu bertujuan mengganti rezim.
Dikutip dari AFP, Trump telah mengerahkan militer AS besar-besaran ke wilayah Venezuela, termasuk satu gugus kapal induk, dengan misi resmi untuk menangani kejahatan transnasional dan perdagangan narkoba.
Namun pihak Venezuela mengeklaim bahwa itu sebenarnya adalah dalih untuk menggulingkan presiden Nicolas Maduro, yang dianggap Amerika Serikat sebagai pemimpin tidak sah dan seorang bandar narkoba — tuduhan yang Maduro bantah.
"Kami hampir menghentikan — sekitar 85 persen (peredaran narkoba) sudah dihentikan melalui laut," kata Trump dalam panggilan video Thanksgiving dengan pasukan AS dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.
"Dan kami akan mulai menghentikan mereka melalui darat juga. Darat lebih mudah, tetapi itu akan dimulai sangat segera," katanya beberapa waktu lalu.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro merayakan kemenangannya setelah pemilihan presiden di Caracas, Venezuela, Senin (29/7/2024). Foto: Fausto Torrealba/REUTERS
Beberapa kelompok militer AS yang diajak bicara oleh Trump sedang berpartisipasi aktif dalam operasi anti-narkoba tersebut, yang diberi nama "Southern Spear."
Militer AS sejauh ini hanya mengumumkan penargetan terhadap para penyelundup narkoba yang diduga beroperasi di perairan internasional, yang menewaskan sedikitnya 83 orang, menurut hitungan AFP berdasarkan angka yang dipublikasikan.
Pihak AS belum merilis rincian apa pun untuk mendukung klaimnya bahwa orang-orang yang menjadi target serangan di Karibia dan Pasifik timur dalam lebih dari 20 serangan itu benar-benar merupakan penyelundup.
AS menetapkan kartel Venezuela sebagai organisasi teroris asing (FTO) dan keputusan itu mulai berlaku pada Senin (24/11). Kartel yang masuk dalam daftar FTO adalah Cartel de los Soles (Cartel of the Suns) yang diklaim oleh AS dijalankan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar