Search This Blog

Sepekan Dirawat, Siswa SMPN 19 Tangsel Korban Bullying Meninggal Dunia

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Sepekan Dirawat, Siswa SMPN 19 Tangsel Korban Bullying Meninggal Dunia
Nov 16th 2025, 10:34 by kumparanNEWS

Suasana rumah duka almarhum siswa SMPN 19 Tangsel yang mengalami bullying. Foto: Dok. Istimewa
Suasana rumah duka almarhum siswa SMPN 19 Tangsel yang mengalami bullying. Foto: Dok. Istimewa

Siswa SMPN 19 Tangsel berinisial MH (13 tahun), korban perundungan atau bullying meninggal dunia di RS Fatmawati Jakarta Selatan, Minggu (16/11). Ia sudah seminggu menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dialaminya dari penganiayaan di lingkungan sekolah.

Kabar duka tersebut dibenarkan kuasa hukum keluarga, Alvian. Ia menyampaikan bahwa pihak keluarga menerima informasi langsung dari kerabat yang mendampingi korban di rumah sakit.

"Pukul enam pagi, keluarga di rumah mendapat kabar dari paman korban yang menjaga di rumah sakit," ujar Alvian, saat dihubungi, Minggu (16/11).

Mendapatkan kabar tersebut, keluarga segera menuju RS Fatmawati untuk menjemput jenazah korban.

"Ini keluarga lagi OTW (on the way) ke rumah sakit," tambah Alvian.

Pihak keluarga pun memohon doa dari masyarakat agar almarhum mendapat tempat terbaik serta keluarga diberi kekuatan.

"Minta doanya ya, untuk almarhum," tutupnya.

Korban Bullying Alami Mata Rabun, Kaki Seperti Lumpuh

Ilustrasi bullying di Korea Selatan. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock
Ilustrasi bullying di Korea Selatan. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock

MH sebelumnya diberitakan menjadi korban bullying teman sekelasnya. Aksi bullying itu diduga telah terjadi sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Puncaknya, pada Senin (20/10), kepala korban dikabarkan dipukul menggunakan bangku berbahan besi.

Kakak korban, Rizki, menyebut setelah kejadian itu kondisi fisik adiknya menurun drastis. Tubuh siswa Kelas VII itu bahkan tak bisa digerakkan dengan baik, seperti lumpuh.

"Yang paling parah, dipukul kursi di kepalanya. Si korban baru cerita semua pas kejadian sudah parah. Kalau yang lainnya enggak pernah cerita, ini berani cerita karena sudah ngerasa sakit parah," kata Rizki, Senin (10/11).

Rizki menyebut, adiknya sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tangsel. Karena kondisinya semakin parah, kini adiknya telah dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

"Kondisi sekarang sangat memprihatinkan. Badan sudah enggak bisa dibawa jalan, lemas semua seluruh tubuhnya, mata sedikit rabun, sering pingsan, dan enggak mau makan," tandasnya.

Media files:
01ka5b70516efacmd0kt9xmyk5.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar