Search This Blog

Bahaya Gula Tambahan: Dari Sugar Rush hingga Risiko Diabetes

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bahaya Gula Tambahan: Dari Sugar Rush hingga Risiko Diabetes
Nov 30th 2025, 10:00 by kumparanMOM

Bahaya Gula Tambahan: Dari Sugar Rush hingga Risiko Diabetes. Foto: vchal/Shutterstock
Bahaya Gula Tambahan: Dari Sugar Rush hingga Risiko Diabetes. Foto: vchal/Shutterstock

Gula tambahan sering kali hadir dalam berbagai makanan dan minuman favorit kita, namun dampaknya terhadap tubuh tidak bisa dianggap sepele. Ahli Gizi Alvina Olivia menjelaskan bahwa efek gula berlebih dapat muncul baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Keduanya dapat memengaruhi kondisi tubuh, mulai dari energi harian hingga risiko penyakit kronis.

Dampak Jangka Pendek: Sugar Rush hingga Gangguan Tidur

Moms, saat seseorang mengonsumsi makanan manis atau makanan berkarbohidrat, tubuh akan memecahnya menjadi glukosa yang kemudian masuk ke aliran darah.

Ahli Gizi Alvina Olivia dalam acara Peluncuran Cimory Milk No Added Sugar di Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
Ahli Gizi Alvina Olivia dalam acara Peluncuran Cimory Milk No Added Sugar di Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

"Jadi pada saat kita makan yang manis atau makan yang karbohidrat itu akan mencair menjadi glukosa. Dan itu bisa ada di dalam darah kita, itu adalah proses yang normal," kata Alvina dalam acara Peluncuran Cimory Milk No Added Sugar di Jakarta Pusat, Rabu (26/11).

Namun, ketika gula tambahan yang dikonsumsi terlalu banyak, tubuh dapat mengalami lonjakan gula darah yang drastis. Lonjakan ini memicu kondisi yang dikenal sebagai sugar rush, yaitu peningkatan energi dan aktivitas tubuh secara tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula. Tidak lama kemudian, kadar gula darah bisa turun dengan cepat, memicu sugar crash, yakni kondisi ketika energi drop dan tubuh terasa lemas.

Ilustrasi Ilustrasi cek gula darah. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Ilustrasi cek gula darah. Foto: Shutterstock

Efek lain dari lonjakan dan penurunan gula darah:

-Tubuh lebih mudah lelah

-Mood menjadi tidak stabil

-Sulit konsentrasi atau fokus

-Mengganggu kualitas tidur

Dampak Jangka Panjang: Risiko Metabolik Meningkat

Sementara bila pola konsumsi gula tambahan yang berlebihan terjadi secara terus-menerus, dampaknya bisa berlanjut hingga jangka panjang. Salah satu risiko terbesar adalah munculnya resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak merespons insulin dengan baik.

Ilustrasi dampak jangka panjang gula tambahan. Foto: Kmpzzz/Shutterstock
Ilustrasi dampak jangka panjang gula tambahan. Foto: Kmpzzz/Shutterstock

"Dan kalau ini sudah terjadi, tubuh kita akan lebih cenderung mau menyimpan lemak dan ogah untuk membakarnya," ucapnya.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan metabolik seperti diabetes dan obesitas. Dengan meningkatnya risiko tersebut, menjaga konsumsi gula tambahan dalam batas wajar menjadi langkah penting untuk kesehatan jangka panjang.

Media files:
01gyff981t48cfbthjw7k090tx.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar