Presiden AS Donald Trump memegang payung sebelum menaiki Air Force One, saat berangkat ke Mesir di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Minggu (12/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menandatangani sejumlah kesepakatan ekonomi dan mineral penting dengan mitra dagang selama lawatannya ke Asia.
Sejumlah pejabat senior AS menyebut langkah ini dilakukan untuk meningkatkan tekanan terhadap China jelang pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping.
Trump akan mencari kesepakatan yang diharapkan dapat membuka sumber daya kawasan untuk menciptakan rantai pasokan yang lebih andal bagi berbagai industri, berkontribusi pada pertumbuhan global, dan mengamankan lebih banyak investasi di AS. Meski begitu, para pejabat yang memberikan keterangan tersebut tidak menjelaskan secara rinci bentuk kerja sama yang akan dijajaki Trump.
Kunjungan Trump kali ini mencakup beberapa agenda termasuk menghadiri KTT ASEAN di Malaysia, kemudian melanjutkan ke Jepang dan Korea Selatan untuk menghadiri KTT APEC dan pertemuan dengan Xi Jinping.
"Ditutup dengan pertemuan tatap muka antara Trump dan Xi, sebuah kesempatan bagi para pemimpin dari dua ekonomi terbesar dunia untuk menyelesaikan pertikaian yang memanas mengenai tarif dan kontrol ekspor," jelas pejabat AS yang memberikan keterangan, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (25/10).
Isu pasokan mineral tanah jarang akan menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi pertemuan tersebut. Sebelumnya, China telah memperketat ekspor mineral penting, termasuk mineral tanah jarang yang dibutuhkan sektor teknologi, pertahanan, dan energi. Langkah itu menjadi bagian dari perang dagang yang terus memanas antara Beijing dan Washington.
Sebagai respons kebijakan tersebut, Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan hingga 100 persen terhadap produk China mulai 1 November jika pembatasan ekspor itu tidak dicabut. Selain itu, pemerintah AS juga tengah mencari sumber alternatif untuk menambang dan memproses mineral penting demi melindungi industri dalam negeri.
Awal pekan ini, Trump menandatangani kesepakatan dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk memperluas akses AS terhadap pasokan mineral penting senilai sekitar USD 8,5 miliar.
Menjelang pertemuannya dengan Xi Jinping, Trump juga memperkuat posisi tawarnya. Pada Jumat (24/10) pagi waktu setempat, Trump mengumumkan akan meluncurkan penyelidikan terhadap kepatuhan China pada perjanjian dagang terbatas yang dibuat pada masa jabatan pertama Trump. Langkah ini bisa membuka peluang bagi AS untuk menambah tarif baru terhadap China.
Selain isu mineral, Trump juga berupaya mendorong Xi Jinping agar kembali membeli kedelai dari AS, menindak peredaran fentanil, dan menekan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina. Keduanya juga akan membahas kesepakatan tarif sementara yang akan berakhir pada November mendatang.
Dalam lawatannya di Asia, Trump dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Seoul disebut tengah berupaya menyelesaikan kesepakatan dagang dan investasi baru dengan AS untuk menurunkan tarif perdagangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar